Ventilator Buatan ITS Segera Diproduksi Massal

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 09 April 2020 11:44 WIB
    Ventilator Buatan ITS Segera Diproduksi Massal
    Ventilator buatan ITS yang siap diproduksi massal. Foto: Dok. ITS
    Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tim Ventilator Departemen Teknik Fisika ITS membuat Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator untuk membantu penanganan pasien terinfeksi virus Korona yang mengalami gangguan pernapasan. Alat ini pun bakal segera diproduksi secara massal.

    Rektor ITS, Mochamad Ashari menyampaikan, pengembangan ventilator ini selalu didampingi Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Surabaya. Sehingga pengembangannya sesuai standar yang dibutuhkan dan dapat segera diproduksi.

    “Alat ini pun sekarang tinggal melalui uji kelayakan dengan dioperasikan selama 2×24 jam nonsetop,” kata Ashari dikutip dari laman ITS, Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

    Lebih lanjut ia menjelaskan, ventilator ini menggunakan basis desain open source atau sumber terbuka dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat. Sistem mekanik dan beberapa spesifikasi diadopsi dari MIT.

    Baca juga:  IPB: Sains Kunci Pemecahan Masalah Covid-19

    Sementara untuk sistem elektronik dan sistem monitoring dikembangkan sepenuhnya oleh Tim Ventilator ITS.  Selain itu, alat ini juga dikembangkan berdasarkan ketersediaan komponen yang ada di pasaran, dengan pertimbangan kemudahan dalam proses fabrikasi nantinya untuk memenuhi jumlah kebutuhan ventilator yang besar.

    Adapun fitur dari ventilator ini, pengaturan Respiration Rate, Inspiration/Expiration Ratio, Tidal Volume, PEEP (Positive End-Expiratory Pressure), dan PIP (Peak Inspiration Pressure).

    Ashari berharap, alat ini bisa menjawab kebutuhan akan alat ventilator yang fungsinya sangat krusial. “Padahal angka pasien positif covid-19 terus naik setiap harinya, alat ini sangat dibutuhkan saat ini,” harapnya.

    Baca juga:  UI Kembangkan Covent-20 Ventilator Berbiaya Rendah

    Ketua Tim Ventilator Departemen Teknik Fisika ITS,  Aulia Nasution mengungkapkan, alat ini lebih praktis dan mudah dipindahkan. Selain itu juga, akan lebih mudah diproduksi karena komponen yang digunakan mudah didapat di pasaran.

    Dibandingkan dengan ventilator yang sudah ada, bahan ventilator produk ITS ini berbasis pada penggunaan Ambu Bag (Bag Valve Mask/BVM) atau yang secara manual dikenal dengan istilah manual resuscitator. Komponennya juga berasal dari metal acrylic yang mudah ditemui di pasaran.

    Agar lebih maksimal ketika nanti siap diproduksi massal, Aulia mengatakan, akan menggandeng  pabrik penyedia bahan baku. “Dan yang terpenting komponen yang digunakan tetap akan menunjang kriteria penggunaan klinis robot ini sesuai standar BPFK nantinya,” ungkapnya.

    Secara harga, ventilator dari Tim ITS ini lebih murah dibanding dengan yang saat ini ada di pasaran mencapai Rp 800 juta per unit. Sementara biaya produksi ventilator garapan timnya hanya Rp20 juta per unit.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang hadir dalam peluncuran alat ini , memberi apresiasinya kepada ITS. Karena selalu berperan secara nyata untuk Indonesia melalui bidang teknologi.

    Ia juga menyampaikan, Pemprov Jawa Timur akan memberikan bantuan secara optimal agar ventilator ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat luas.  “Harapan saya, teknologi ini dapat memberikan efisiensi penanganan covid-19 saat ini, sehingga jumlah pasien sembuh juga akan semakin banyak,” ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id