Pemerintah Bakal Sinergikan Potensi Ilmuwan Diaspora Indonesia

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 10 April 2020 08:30 WIB
    Pemerintah Bakal Sinergikan Potensi Ilmuwan Diaspora Indonesia
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Pemerintah mengakui jika negara belum mengoptimalkan potensi ilmuwan diaspora Indonesia yang tersebar di banyak negara di seluruh dunia.  Tidak hanya untuk membantu mengatasi persoalan bangsa, pemerintah juga akan mengoptimalkan potensi ilmuwan diaspora untuk membawa peneliti dalam negeri mendunia.

    "Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia unggul yang tersebar di banyak negara. ilmuwan diaspora Indonesia tersebar di seluruh dunia, seperti di Amerika Serikat, Kanada, negara-negara Eropa, Jepang, Australia, serta Timur Tengah," kata Menteri Riset dan Teknologi Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, dalam konferensi video di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

    Bambang menilai. Pemerintah akan menyinergikan kembali potensi-potensi yang dimiliki ilmuwan diaspora tersebut bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia Indonesia.  Sebab Bambang menyadari, bahwa para ilmuwan diaspora ini merupakan jembatan yang akan membawa ilmuwan dalam negeri maju menuju gerbang pengetahuan dunia

    "Keberadaan mereka juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat bertanya,” tuturnya.

    Baca: Telkom University Uji Coba Robot AUMR di Wisma Atlet

    Sebagai upaya sinergi diaspora dengan ilmuwan dalam negeri, pemerintah mengeluarkan kebijakan strategis dan berkelanjutan, yaitu Program Skema Kolaborasi Riset-Inovasi Diaspora Indonesia.

    Bambang mengatakan program ini menyediakan anggaran riset maksimal sebesar Rp2 miliar per tahun, dengan durasi tiga tahun. Dana riset ini berasal dari pendanaan Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP), serta dikelola Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) yang bekerja sama dengan Direktorat  Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek/BRIN. 

    Tema program tahun ini yakni bagaimana riset dan inovasi diaspora diarahkan untuk mendukung penanganan pandemi virus korona (covid-19) di Indonesia. Topik penelitian yang diusulkan pun fokus mendukung penanganan permasalahan pandemi ini, dari berbagai bidang  ilmu.

    "Baik public health, medicine, engineering, pemanfaatan big data, bagaimana penanganan masalah ekonomi setelah pandemi berakhir,  ketahanan sosial masyarakat dan selanjutnya," ujarnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id