134 Proposal Riset Dapat Pendanaan Program Konsorsium Covid-19

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 18 Mei 2020 18:21 WIB
    134 Proposal Riset Dapat Pendanaan Program Konsorsium Covid-19
    Menristek Bambang Brodjonegoro. Tangkapan layar
    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengumumkan 134 proposal riset terkait covid-19 yang mendapatkan pendanaan tahap pertama. Total anggaran tahap pertama ini sebesar Rp60,6 miliar.

    "Penelitian Konsorsium Riset dan Inovasi covid-19 ini dapat mendorong terciptanya inovasi produk kesehatan dalam negeri yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, terutama dalam kondisi pandemi ini," kata Bambang dalam acara Dialog Peneliti/Perekayasa Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 bersama Menteri Ristek/BRIN, Senin, 18 Mei 2020.

    Bambang menjelaskan, ada enam bidang prioritas proposal yang mendapatkan pendanaan. Keenam bidang itu yakni pencegahan, skrining dan diagnosi, alat kesehatan dan pendukung, obat-obatan dan terapi, multicenter clinical trial, serta sosial humaniora dan public health modelling

    Proposal alat kesehatan dan pendukungnya terbanyak mendapatkan pendanaan, sebanyak 34 proposal kegiatan. Ketua Konsorsium Covid-19 Ali Ghufron menjelaskan proposal yang mendapatkan pendanaan ini sudah melawati seleksi yang ketat.

    "134 proposal riset tersebut sudah melalui proses seleksi ketat yang mencakup review proposal dan presentasi secara daring kepada tim penilai dari Kemenristek/BRIN," jelas Ghufron.

    Baca: LIPI Bakal Uji Imunomodulator Herbal kepada 90 Pasien Covid-19

    Beberapa hasil riset dan inovasi tahap pertama ini telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) April 2020, dan digunakan oleh berbagai fasilitas kesehatan yang membutuhkan. Produk tersebut antara lain test kit, baik yang berbasis polymerase chain reaction (PCR) atau non PCR. 

    Selain itu, ada hand sanitizer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mobile handwasher dari BPPT, ventilator, robot kesehatan (Raisa) dari ITS-Unair, alat kesehatan lain, dan alat pelindung diri (APD) dari beberapa pusat riset.

    Dalam konsorsium yang dikoordinasikan oleh kementerian yang dipimpin Menristek/Kepala BRIN ini, tergabung berbagai lembaga riset di bawah Kemenristek/BRIN, pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi non pemerintah, hingga sektor industri. Sebagai salah satu bentuk sinergi antar kementerian, program pendanaan ini juga didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id