Inovasi UNAIR

    Eryzol, Dental Gel untuk Kurangi Risiko Pascaoperasi Gigi

    Citra Larasati - 03 Juni 2021 10:12 WIB
    Eryzol, Dental Gel untuk Kurangi Risiko Pascaoperasi Gigi
    Eryzon inovasi dari guru besar Unair. Foto: Unair/Humas



    Jakarta:  Lamanya penyembuhan sariawan, terjadinya penyusutan gusi pascaflap operasi, dan juga masuknya bakteri pascaperawatan gigi menjadi masalah yang belum terpecahkan di klinik dan puskesmas.  Hal ini menarik perhatian Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr. Ernie Maduratna Setiawatie, drg.,M.Kes.,Sp.Perio (K).   

    Kemudian Ernie pun memberikan alternatif berupa produk inovasi ERYZOL yang merupakan sebuah dental gel yang terbuat dari Hyaluronan dikombinasikan dengan metronidazole sehingga bersifat antibakteri, antiinflamasi, dan tidak toxic.

     



    Materi tersebut dapat meningkatkan penyembuhan luka pasca operasi gigi dan mulut. Progres hilirisasi penelitian ini pun telah melewati berbagai uji.

    “Produk ini sudah masuk prototype teruji in vitro, in vivo dan klinis, sehingga perlu kerja sama dengan perusahaan farmasi untuk uji klinis skala besar dan produksi massal,” papar Ernie, dikutip dari laman UNAIR, Kamis, 3 Juni 2021.

    Gubes FKG kelahiran Malang tersebut menambahkan, mekanisme produk inovasi ERYZOL bisa diaplikasikan secara lokal dengan spuit atau alat suntik pada daerah luka. Meskipun terdapat kompetitor produk serupa, namun produk ciptaannya berbeda dalam hal bahan pembawa dan konsentrasi metronidazole.

    Gel hyaluronan diduga untuk meningkatkan signaling molekul pada proses regenerasi jaringan.  Ernie menambahkan, perlunya kolaborasi dengan pabrik farmasi untuk produksi massal dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat bisa turut merasakan manfaatnya.

    Sebab dewasa ini, produksi tersebut masih impor dengan harga yang relatif mahal.  Sebagai informasi, dalam penelitiannya Ernie juga menciptakan produk lain, yaitu obat kumur fordontis yang diproduksi oleh PT. Konimex.  Ada pula produk dentolaser yang berkolaborasi dengan PT. Sarandi.

    Baca juga:  LIPI Teliti Potensi Ekstrak Jamur Sebagai Obat Covid-19

    Menurutnya, produk Eryzol bisa masuk di e-katalog sehingga semua puskesmas bisa dengfan mudah mendapatkannya.  Salah satu peneliti terbaik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga itu juga berbagai tips dan trik mendapat pendanaan, yang berangkat dari sebuah pemasalahan di lapangan hingga menghasilkan ide solutif.

    Lebih lanjut, Ernie menyebutkan bahwa penelitian terapan lebih mudah mendapat dana. Dari permasalahan kemudian dicari jalan keluar yang efisien dan efektif.

    “Melalui berbagai penelitian in vitro,  in vivo, dan klinis. Setelah ditemukan formula yang pas segera daftarkan paten, dengan adanya bukti empiris melalui hasil penelitian bertahun-tahun dan HKI paten,” tutur Ernie.

    Selain itu juga, ia mencari link pabrik atau perusahaan yang mau berkolaborasi untuk produksi. "Pesan saya untuk konsumen ke depannya obat ini bisa dibeli di apotik, ya,” imbuhnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id