Peneliti Unej Kembangkan Varietas Padi Baru Berbasis Plasma Nutfah

    Antara - 11 Mei 2021 15:16 WIB
    Peneliti Unej Kembangkan Varietas Padi Baru Berbasis Plasma Nutfah
    Peneliti dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) Mohammad Ubaidillah. Foto: Dok Antara



    Jember: Peneliti yang juga dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) Mohammad Ubaidillah mengembangkan varietas padi baru berbasis plasma nutfah padi lokal. Padi menjadi salah satu tanaman penting bagi Indonesia.

    Mayoritas warga Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok dan dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, maka kebutuhan beras juga makin meningkat. Namun, di sisi lain lahan pertanian makin menyusut.

     



    "Untuk memenuhi kebutuhan beras itu maka berbagai cara ditempuh guna meningkatkan produksi padi nasional, salah satunya mengembangkan padi varietas baru berbasis plasma nutfah padi lokal," kata Ubaidillah, Selasa, 11 Mei 2021.

    Menurutnya, pemilihan plasma nutfah padi lokal sebagai basis pengembangan varietas padi baru karena beberapa faktor keunggulan. Antara lain, plasma nutfah padi lokal sudah terbukti mampu berkembang dan bertahan di kondisi alam Indonesia.

    "Plasma nutfah padi lokal yang kita miliki ini adalah jenis padi lokal yang hidup di berbagai daerah di Indonesia yang sudah mengalami evolusi secara alami tanpa campur tangan manusia dan terbukti mampu tumbuh berkembang di alam Indonesia," tuturnya.

    Baca: ITB Kenalkan Teknologi Masaro untuk Pengelolaan Sampah Organik

    Saat ini, Ubaidillah memiliki kurang lebih 100 plasma nutfah padi lokal dan 20 plasma nutfah padi dari Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok yang tersimpan di laboratorium Program Studi Agroteknologi dan laboratorium CDAST Unej.

    Koleksi plasma nutfah padi lokal tersebut di antaranya padi varietas Bondowoso-1, Bulu Hideung, Ketan Keuyup, Merah Wangi, Kewah Gudril dan lainnya. Sedangkan, plasma nutfah padi non-lokal yang menjadi koleksinya diantaranya Nippon Barre dari Jepang.

    "Indonesia sungguh kaya dengan sumber plasma nutfah padi lokal yang setiap jenisnya memiliki keunggulan tersendiri, bahkan ada jenis padi yang tidak disukai oleh hama seperti binatang karena kulit luarnya membuat gatal bagi tikus dan burung yang memakannya," katanya.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id