Pengembang Luruskan Berbagai Tuduhan Soal Kelemahan GeNose

    Ilham Pratama Putra - 05 Januari 2021 10:21 WIB
    Pengembang Luruskan Berbagai Tuduhan Soal Kelemahan GeNose
    Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Foto: Dok. UGM
    Jakarta:  Ketua tim pengembang GeNose, Kuwat Triyana mendapat banyak tuduhan dan kritik mengenai kelemahan inovasi alat deteksi covid-19 melalui embusan napas yang dikembangkannya. Sejumlah pihak menilai alat deteksi covid-19 melalui embusan nafas dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memiliki banyak kelemahan.

    Kuwat menjawab beberapa tuduhan mengenai kelemahan alat. Salah satunya adalah bahwa alat tidak bisa digunakan di sembarang tempat.

    "Jadi ini wajar. Ini namanya prekondisi alat. Di mana alat harus digunakan dalam ruangan sirkulasi yang baik. Namanya alat kesehatan tentu tidak bisa dipakai di sembarang tempat," kata Kuwat kepada Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.

    Bukan tanpa alasan, GeNose hanya dapat bekerja sesuai kondisi ruangan. Pasalnya, alat itu sangat sensitif pada kelembaban saat mendeteksi napas seseorang.

    Namun, permasalahan itu dapat dipecahkan oleh alat itu sendiri. Kuwat menjelaskan, GeNose sudah dilengkapi algoritma yang mengidentifikasi lingkungan.

    "Jadi kalau lingkungannya tidak sesuai nanti dia akan bilang. Kalau kita paksa pakai di situ, ya bakal error, bukan atau tidak berpengaruh pada hasil positif negatif," ungkapnya.

    Semua alat menurutnya punya requirement, atau gambaran dari layanan dan batasan sistem dari alat itu sendiri. Kemudian, dirinya juga membantah alat ini tidak bisa mendeteksi orang yang sesaat sebelum tes mengonsumsi minuman beralkohol, memakan petai atau merokok.

    "Itu bukan kelemahan alat, itu prekondisi pasien. Sama seperti orang uji darah kan dia mesti puasa enam jam begitu," terang Kuwat.

    Baca juga:  Biaya Tes Covid-19 GeNose Hanya Rp15 Ribu

    Kuwat menerangkan, orang yang memakan pete, merokok atau minum alkohol sebelum tes akan mendapatkan hasil tes yang sifatnya abu-abu. Atau berada di antara garis positif dan negatif.

    "Dengan nilai pertengahan itu ya tinggal kita minta sikat gigi untuk membersihkan mulut. Dan 30 menit berikutnya datang lagi, kita cek lagi maka hasilnya itu negatif. Jadi tidak ada masalah," jelasnya.

    Diapun menyampaikan, jika masyaralat tidak perlu khawatir menggunakan GeNose. Sebab alat ini sama sekali tidak mengintervensi tubuh manusia, karena hanya meminta embusan napas,

    "Alat ini lagi pula tidak ada intervensi ke tubuh manusia, jadi sebenarnya tidak ada problem juga, tidak memengaruhi kematian seseorang. Alat ini tipe B, atau golongan B dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang risikonya terhadap pasien sangat rendah," ungkap dia.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id