comscore

Ciptakan Mobil Bertenaga Tekanan Gas, Tim Spektronics ITS Sabet Emas

Renatha Swasty - 15 Maret 2022 10:40 WIB
Ciptakan Mobil Bertenaga Tekanan Gas, Tim Spektronics ITS Sabet Emas
Tim Spektronics ITS berhasil membawa pulang juara pertama dalam ajang Process Engineering and Energy Days Universitas Indonesia (PGD UI) 2022. DOK ITS
Jakarta: Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berprestasi. Tim Spektronics ITS berhasil membawa pulang juara pertama dalam ajang Process Engineering and Energy Days Universitas Indonesia (PGD UI) 2022 kategori Creation (Chemical-Reaction Car Competition).

Tim Spektronics ITS menciptakan prototipe mobil berbahan bakar reaksi kimia yang disebut sebagai Chemical Engineering Car (Chem-E-Car). Ketua Tim Lulu Sekar Taji menjelaskan prototipe besutan tim Spektronics ITS mengandalkan tekanan gas sebagai daya yang mampu menggerakkan mobil untuk maju.
“Kami membuat mobil berbasis reaksi kimia berupa tekanan yang sumber tenaganya berupa tekanan gas hasil reaksi Hydrogen Peroxide dan Ferric Chloride,” kata mahasiswi Departemen Teknik Kimia Industri itu dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Maret 2022.

Inovasi itu berhasil membawa tim Spektronics ITS menyabet juara pertama dalam race day yang menjadi puncak dari rangkaian kegiatan PGD UI 2022. Lulu menyebut tantangan yang diajukan dalam perlombaan ini berupa akurasi dan presisi dari jarak tempuh mobil, di mana mobil rakitan peserta harus berjalan sejauh 9,5 meter dan berhenti di titik yang tepat sembari mengangkat beban berupa air dengan massa 200 mL.

Lulu menuturkan proses pengerjaan Chem-E-Car ini dilakukan sejak tahap desain hingga perakitan dan memakan waktu dua minggu. Adapun kelebihan mobil yang dirakit menggunakan bahan akrilik tersebut terletak pada presisi.

“Pada hari pertandingan, tim kami mendapatkan eror terkecil yakni 3 sentimeter dari target yang ditetapkan, sehingga jarak yang berhasil ditempuh yaitu 9,53 meter dengan menggunakan beban air,” beber dia.

Cara kerja Chem-E-Car

Lulu mengungkapkan cara kerja Chem-E-Car, prototipe itu menggunakan senyawa Hydrogen Peroxide dan Ferric Chloride yang kemudian bereaksi menghasilkan oksigen. Selanjutnya, oksigen dialirkan menuju transducer dan tekanan udara dibaca secara digital.

Oksigen mengalami proses penyaringan untuk melepaskan cairan-cairan yang masih tersisa dari hasil reaksi untuk menghasilkan oksigen murni. Kemudian, oksigen yang telah disaring disetel tekanannya sebesar nilai 0,2 bar.

Pergerakan gas juga diatur melalui alat bernama air filter regulator dan dikirim menuju sistem pneumatik (sistem gerak yang memanfaatkan udara). “Aliran gas dengan pergerakan yang konstan ini kemudian masuk ke sistem pneumatik yang digunakan untuk mendorong mobil agar dapat melaju,” beber Lulu.

Mahasiswi yang pernah menjadi asisten Laboratorium Bioteknologi Industri itu menuturkan untuk mengetahui sejauh apa mobil dapat bergerak, tim Spektronics melakukan kalkulasi terhadap jarak tempuh yang dapat dilalui mobil serta titik tempat mobil dapat berhenti. Perhitungan ini juga menggunakan bantuan alat bernama timing belt pulley untuk memperkecil error, sehingga pergerakan mobil menjadi semakin akurat dan mobil akan berhenti ketika gas yang mendorongnya telah habis.

Lulu mengatakan hambatan terbesar tim ialah saat proses perhitungan data. Pandemi covid-19 membuat mereka harus menjaga jarak, sehingga tidak bisa berkomunikasi dalam jarak terlalu dekat.

“Kita melakukan penyesuaian di kondisi ini dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dan menerapkan pembatasan sosial,” tutur dia.

Tim Spektronics juga menyampaikan terima kasih kepada PT Energi Quarto Indonesia, Ikatan Alumni Teknik Kimia ITS (ALTEKIMITS), dan Tridiku. Lulu berharap tim Spektronics tetap bisa mempertahankan gelar juara, khususnya di bidang Chem-E-Car dalam skala nasional dan internasional.

“Semoga mahasiswa ITS dapat mengharumkan nama baik ITS di segala bidang dan menjadi contoh yang baik bagi perguruan tinggi lainnya yang ada di Indonesia,” kata Lulu.

Selain Lulu, tim diisi Fauzan Agra Ibrahim dari Departemen Teknik Kimia sebagai manajer. Kemudian, anggota tim Spektronics Bernardus Krisna Brata, Abdul Quddus Al Kahfi, dan Muhammad Rafli Revansyah dari Departemen Teknik Kimia, serta Wahyu Febianto dari Departemen Teknik Elektro. Keenam mahasiswa tersebut mempersiapkan kompetisi selama enam bulan sejak registrasi pada September 2021 lalu.

Baca: Mobilitas Warga Sering Terhambat Sungai Bengawan Solo, Mahasiswa ITS Rancang Jembatan Desa Semambang
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id