comscore

Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat 'Transaura'

Renatha Swasty - 04 Februari 2022 15:53 WIB
Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Transaura
Transaura buata tiga mahasiswa UI. DOK UI
Jakarta: Sebanyak tiga mahasiswa Universitas Indonesia, Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo, Aine Shahnaz Tjandraatmadja, dan Almaz Scarletta Tjakrashafanti menciptakan alat penerjemah bahasa isyarat 'Transaura'. Ketiganya menciptakan 'Transaura' dengan teknologi TensorFlow dan Raspberry Pi.

"Mereka menaruh minat yang besar terhadap bahasa isyarat karena menyadari minimnya aksesibilitas penerjemahan bahasa isyarat bagi masyarakat umum," kata pakar Image Processing, Dodi Sudiana, dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Februari 2022.
Dosen Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik UI (FTUI), yang juga pembimbing tim ini menyebut minimnya aksesibilitas menimbulkan isu sosial terhadap penyandang disabilitas. Seperti kesenjangan pendidikan, ketidaksetaraan kesempatan kerja, dan inklusi partisipasi sosial.

Atas ide itu, Tim Transaura diganjar juara ketiga tingkat nasional pada kompetisi hibah untuk penelitian nasional, Tanoto Student Research Awards 2021, di bidang appropriate technology. Tim melakukan penelitian dan menjalani seleksi bertahap mulai dari tingkat universitas sampai nasional pada Juni 2021–Januari 2022.

Tim Transaura bersaing dengan 24 tim lain. Dekan FTUI Prof Heri Hermansyah berharap penelitian ini dapat terus dilanjutkan untuk mengembangkan lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Dia menyebut tuna rungu yang lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) banyak mengalami kesulitan dalam proses pencarian kerja maupun mengakses berbagai sarana publik.

"Tujuan kami mengembangkan Transaura adalah untuk memudahkan teman tuna rungu untuk dapat berkomunikasi dua arah," kata pencetus ide, Daffa.

Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Transaura
Tim Transaura: Almaz Scarletta Tjakrashafanti, Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo,
dan Aine Shahnaz Tjandraatmadja. DOK UI


Desain Transaura berbentuk portable box yang dapat ditaruh di mana-mana. Alat ini memiliki dua sisi, sisi pertama untuk teman tuna rungu dan sisi lainnya untuk teman dengar.
 
Almaz menjelaskan dua layar yang terdapat di depan dan belakang memungkinkan dilakukan komunikasi dua arah. Layar pertama menjadi tempat penerjemah bahasa isyarat menggunakan object detection dengan bantuan TensorFlow.

Layar kedua akan mengeluarkan teks yang terletak pada sisi belakang alat tersebut. Komponen utama yang menjadi otak dari Transaura adalah microprocessor Raspberry Pi.

TensorFlow ialah library open source untuk komputasi numerik dan machine learning skala besar. TensorFlow dapat melatih dan menjalankan jaringan saraf dalam untuk klasifikasi digit tulisan tangan, pengenalan gambar, penyematan kata, jaringan saraf berulang, model urutan-ke-urutan untuk terjemahan mesin, pemrosesan bahasa alami, dan simulasi berbasis PDE (partial differential equation).

Menariknya, TensorFlow mendukung prediksi produksi dalam skala besar dengan model yang sama yang dapat digunakan untuk pelatihan. Transaura dibuat untuk dapat digunakan di area perkantoran, supermarket, dan sarana transportasi.

"Dengan Transaura, diharapkan dapat tercipta kesetaraan bagi penyandang disabilitas pada berbagai lapangan kerja, sesuai dengan namanya Transaura (translating aura). Kesempatan dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas menjadi titik tumpu dari penelitian ini," kata Ketua Tim Transaura, Aine.

Baca: Pakar UGM: Bahasa Isyarat Perlu Diajarkan di Berbagai Jenjang Pendidikan
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id