Harga Kedelai Impor Meroket, Potensi Kedelai Lokal Jadi Sorotan

    Arga sumantri - 08 Januari 2021 20:57 WIB
    Harga Kedelai Impor Meroket, Potensi Kedelai Lokal Jadi Sorotan
    Dosen Ilmu Teknologi dan Pangan (ITP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Bara Yudhistira. Dok Humas UNS.
    Surakarta: Belakangan, masyarakat dihadapkan dengan meroketnya harga kedelai impor yang jumlahnya lebih mendominasi. Ini berimbas pada kenaikan harga produk berbasis kedelai, seperti tahu dan tempe, yang menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat sehari-hari.

    Peningkatan tersebut disinyalir karena produksi di beberapa negara produsen kedelai mengalami penurunan, utamanya saat pandemi covid-19. Antara lain Amerika Serikat sebagai salah satu pemasok utama Indonesia. Di sisi lain, biaya transportasi kedelai naik sebab menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh lebih lama akibat pembatasan di beberapa negara selama pandemi.

    Dosen Ilmu Teknologi dan Pangan (ITP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Bara Yudhistira mengatakan, dalam kondisi harga kedelai impor mahal seharusnya kedelai lokal dapat menjadi penyelamat. Sebab, harga kedelai lokal tidak terdampak dari biaya impor yang membengkak.

    Namun, permasalahan lainnya, kata dia, adalah produksi kedelai lokal masih terbatas. Sehingga, dimungkinkan harganya ikut naik. 

    "Menurut data Kementerian Pertanian, pada 2020 produksi kedelai nasional hanya 300 ribu ton yang mana masih jauh dari kebutuhan nasional," ungkap Bara melalui siaran pers, Jumat, 8 Januari 2021.

    Berkaca pada fenomena ini, Bara menekankan perlunya promosi kedelai lokal baik dari sisi produksi maupun konsumsi untuk mencapai swasembada kedelai. Produksi kedelai dalam negeri yang masih rendah, kata Bara, perlu ditingkatkan setidaknya melalui dua alternatif.

    Pertama, pemerintah menjamin harga kedelai lokal sebagai upaya menarik petani agar bertanam kedelai. Sebelumnya, potensi yang bagus terkait kedelai lokal sudah diakomodasi melalui Permendag Nomor 7 Tahun 2020. Harga acuan pembelian kedelai lokal di tingkat petani sebesar Rp8.500 per kilogram.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id