Penelitian Vaksin Nusantara Dianggap Tidak Transparan

    Ilham Pratama Putra - 23 Februari 2021 19:22 WIB
    Penelitian Vaksin Nusantara Dianggap Tidak Transparan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut penelitian vaksin Nusantara tidak transparan. Vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu dinilai tidak terbuka terkait proses riset yang dilakukan.

    "Sesuatu yang tiba-tiba dan prosesnya tidak terlihat atau tidak terbuka dari awal. Walaupun sudah disebutkan ada global trial dan di submit, tapi komunikasinya yang mendadak saat ini membuat tanda tanya," kata Dicky kepada Medcom.id, Selasa, 23 Februari 2021.

    Terlebih, saat vaksin Nusantara itu disebut mampu menciptakan kekebalan atau daya tahan tubuh seumur hidup. Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang lebih besar di tengah publik.

    "Ini overklaim yang seperti bisa seumur hidup, efektif, ini tidak didukung basis ilmiah yang apalagi bicara vaksin untuk penyakit menular, untuk pandemi kan itu ada kriterianya, bukan hanya sekadar bilang ini bisa, ini bisa," lanjut dia.

    Baca: Tim Peneliti Vaksin Nusantara Minta Waktu Selesaikan Uji Klinis

    Menurutnya, vaksin harus terbukti secara riset, dan terbuka. Seharusnya pihak peneliti vaksin Nusantara dapat menjelaskan efesiensi, efektivitas, visibilitas kerja vaksin Nusantara tersebut.

    Pun ketika mengucapkan penelitian dengan riset hal itu, menurut Dicky, juga harus terbukti. Harus jelas sumber yang digunakan berikut dasar penelitiannya. Dicky juga mengomentari etika riset yang dilakukan. Dia mempertanyakan proses-proses pembuatan vaksin Nusantara.

    "Dia harus memenuhi tahapan. Sebelum ada fase satu, lalu ada fase satu kemudian baru boleh masuk ke fase dua dan berikutnya. Ini penting banget," ungkap dia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id