Sejak 2002, Unpad Sudah Uji Klinis 30 Vaksin

    Antara - 04 Januari 2021 21:37 WIB
    Sejak 2002, Unpad Sudah Uji Klinis 30 Vaksin
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat telah berhasil melakukan uji klinis lebih dari 30 vaksin sejak 2002. Unpad memang jadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan uji klinis vaksin.

    Rektor Unpad Rina Indiastuti menyebut hampir semua vaksin yang beredar di Indonesia, uji klinisnya dilakukan Unpad. Proses uji klinis vaksin ini mengikuti alur perencanaan dan produksi vaksin yang sudah ditetapkan di Indonesia. 

    "Termasuk uji klinis vaksin covid-19 fase III yang saat ini sedang berlangsung," ungkap Rina dalam peluncuran International Conference Covid-19 Pandemic and Global Vaccine melalui Zoom, Senin, 4 Januari 2021.

    Rina berharap konferensi internasioal mengenai penanganan covid-19 tersebut dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi yang mampu memberikan solusi dalam menangani pandemi korona di Indonesia, maupun dunia.

    International Conference Covid-19 Pandemic and Global Vaccine yang bakal berlangsung 23-25 Februari mendatang itu digelar atas kerja sama Unpad, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dan The Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA).

    Baca: Ada CePAD dan GeNose, Menristek Berharap Tiada Lagi Impor Rapid Test

    Ketua IKA Unpad, Irawati Hermawan, mengatakan dilema penanganan covid-19 yakni kesehatan atau ekonomi, harus dipecahkan dengan formulasi yang tepat. Dengan begitu, pandemi tetap tertangani dengan baik dan pemulihan ekonomi nasional juga berjalan.

    "Konferensi internasional ini sebagai salah satu upaya dalam menyediakan ruang bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan formula penanganan pandemi covid-19 serta pemulihan ekonomi yang tepat," kata Irawati.

    Irawati menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut, konferensi internasional ini akan difokuskan dalam menjawab beberapa pertanyaan besar. Misalnya, regulasi keamanan dan efektivitas vaksin, diplomasi Indonesia dalam penyediaan vaksin, regulasi dan sumber daya penanganan pandemi, serta pemulihan ekonomi pascapendemi.

    Konferensi akan menghadirkan pembicara kunci, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Kesehatan, dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, kemudian Menteri Kesehatan Saudi Arabia, Ketua Gugus Tugas Covid-19, Gubernur Jawa Barat, ICCIA, Biofarma, akademisi maupun dari sektor swasta terkait.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id