Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Pendeteksi Kelayakan Oli

    Daviq Umar Al Faruq - 20 Januari 2021 17:53 WIB
    Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Pendeteksi Kelayakan Oli
    Alat pendeteksi kelayakan oli. Foto: Dok. UMM



    Malang:  Kreativitas dan inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengalir meski di masa pandemi covid-19.  Inovasi yang diciptakan tidak hanya bermanfaat bagi segelintir orang saja, tapi juga untuk kemaslahatan masyarakat. 

    Kali ini giliran Zidni Ilman Nafian bersama dua orang temannya, yakni Alifia Oriana dan Aldiansyah Wahyu yang merancang alat pendeteksi kelayakan oli berbasis android. Dalam proses pembuatannya, mereka bertiga dibimbing oleh dosennya, Budiono.




    Inovasi yang mereka rancang ini telah berhasil lolos dalam tahap pendanaan di gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Selain itu, mereka juga menyabet penghargaan di acara International Science Technology and Engineering (ISTEC) yang  bertempat Bandung tahun lalu.

    Seakan tidak puas, alat pendeteksi kelayakan oli ini juga berhasil meraih juara 3 dalam kompetisi Pekan Kreativitas Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Swasta Tingkat Nasional Desember lalu (PIMTANAS).

    Saat ditemui, Zidni menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari masalah yang pernah ia alami sebelumnya. Beberapa bulan lalu kendaraan bermotornya pernah kehabisan oli, padahal ia berada di tengah perjalanan. Hal itu tentu sangat menyulitkannya. 

    “Saya harus mendorong dan mencari bengkel terdekat. Selain menghabiskan tenaga juga menghabiskan waktu,” tuturnya.

    Baca juga:  Lulusan Terbaik IPB Teliti Manfaat Daun Bangun-bangun

    Berangkat dari masalah itu, akhirnya ia bersama dua temannya merancang alat yang mampu mendeteksi kelayakan oli. Alat itu akan diletakkan di dekat penutup oli kendaraan dan nantinya akan menilai apakah oli yang dipakai masih layak atau tidak.

    “Sebelum dicoba, kami sudah menyusun database untuk range kekentalan oli. Ada beberapa level yang sudah dibuat, mulai dari tingkatan oli bagus, sedang hingga tidak layak,” tutur Zidni.

    Berdasarkan data yang telah disusun, alat itu akan mengirimkan sinyal ke aplikasi yang sudah tersemat di smartphone. Aplikasi yang ada juga akan memberikan peringatan dan notifikasi bagi pemilik ketika oli sudah tidak layak pakai. Hal itu tentu akan mempermudah pengguna kendaraan dalam memperkirakan kapan oli harus diganti.

    Lebih lanjut, ia bercerita bahwa proses pembuatan alat ini tidak mendapat kendala yang berarti. Dimulai dari penyusunan rencana, diskusi bersama pembimbing hingga percobaannya. 

    Mahasiswa Teknik Mesin tersebut berharap inovasinya bisa memberikan kebaikan dan manfaat bagi sesama. Utamanya kepada masyarakat secara luas. 

    “Kami tentu akan lebih bahagia jika alat ini bisa digunakan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan bermotor. Jadi mereka tidak perlu mengira-ngira atau mengecek kelayakan olinya secara manual,” katanya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id