Kemenristek Dilebur, Masa Depan Riset Indonesia di Pundak BRIN

    Ilham Pratama Putra - 16 April 2021 20:22 WIB
    Kemenristek Dilebur, Masa Depan Riset Indonesia di Pundak BRIN
    Anggota Kelompok Kerja Sains dan Kebijakan Akademi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI), Yanuar Nugroho. Zoom



    Jakarta: Anggota Kelompok Kerja Sains dan Kebijakan Akademi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI), Yanuar Nugroho menyayangkan dileburnya Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurutnya, bahasa peleburan dua kementerian tersebut tidak tepat.

    "Yang saya kritik, yang saya sayangkan adalah pembubaran Kemenristek. Enggak usah pakai bahasa halus dilebur, karena sudah jelas itu dibubarkan," kata Yanuar dalam diskusi daring Belenggu Riset dan Inovasi Oleh Negara, Jumat, 16 April 2021.






    Meski begitu, harapan masa depan riset dan teknologi, menurutnya masih ada dan harus tetap hidup. Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang sebelumnya melekat kepada Kemenristek kini digadang-gadang menjadi badan otonom sendiri.

    Baca: Peleburan Kemenristek Dinilai Permudah Koordinasi Riset Perguruan Tinggi

    Menurut Yanuar, BRIN harus punya peran. BRIN, kata dia, harus miliki ketetapan hukum dan struktur organisasi yang jelas agar riset di Indonesia bisa dinaungi.

    "Caranya, otonomi BRIN ini harus dikawal. Kalau tidak dikawal dengan tata kelola yang baik, nanti khawatirnya dia bisa punya persoalan," terang Yanuar.

    Isu peleburan ini, menurutnya, tak perlu ditanggapi sebagai persoalan institusi. Namun, isu peleburan harus dijadikan semangat membangun tata kelola riset dan teknologi yang lebih baik.

    "Concern saya membangun tata kelola dan ekosistem Ristek itu jalan dan hidup. Negara kita ini ingin menjadi negara maju lewat inovasi-inovasi risteknya," tutur dia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id