ITB Kembangkan Flatpack Face Shield, Ini Keunggulannya

    Citra Larasati - 20 Mei 2020 16:21 WIB
    ITB Kembangkan <i>Flatpack Face Shield</i>, Ini Keunggulannya
    Inovasi Flatpack Face Shield buatan ITB. Foto: ITB/Humas
    Jakarta:  Tim Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat pelindung muka kemasan rata atau flatpack face shield.  Tim ini terdiri dari Dr. Budi Adi Nugroho, M.Sn, Patriot Mukmin, M.Sn., dan Dhanistya Dyaksa, M.Ds.

    Saat situasi pandemi covid-19, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu perlengkapan yang paling dibutuhkan, khususnya bagi tenaga medis. Salah satu jenis APD yang banyak dikembangkan adalah face shield

    Banyak organisasi, institusi pendidikan, maupun individu yang mengembangkan face shield dengan berbagai jenis. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk menciptakan face shield yang dapat diproduksi secara cepat dan mandiri.

    Menurut Budi, sebagai peneliti yang berlatar belakang seni rupa, hal terdekat yang dapat dilakukan untuk berpartisipasi dalam memerangi pandemi covid-19 adalah berpikir kreatif untuk memecahkan masalah. Ketersediaan bahan, biaya produksi, dan distribusi menjadi standar dalam merancang sebuah APD yang paling sederhana.

    “Oleh karena itu, tercetuslah ide membuat pelindung muka yang dapat dikemas rata dengan waktu produksi yang singkat, harga yang murah, dan kemudahan dalam pengiriman,” ujar Budi dikutip dari laman ITB, Rabu, 20 Mei 2020.

    Baca juga:  Nadiem: Perguruan Tinggi Lahirkan 500 Inovasi Covid-19

    Dalam pembuatan produk face shield ini bekerja sama dengan desainer lokal sebagai konsultan yang sedang mengembangkan purwarupa face shield. Didukung bantuan dana dari LPPM, tim ini langsung membuat beberapa rancangan purwarupa dan melakukan pengujian di lapangan.

    Pembentukan purwarupa dan pengujian lapangan hanya berlangsung sebanyak dua kali, karena menginginkan produk cepat masuk ke jalur produksi massal.

    Perbedaan face shield muka kemasan rata ini dengan face shield lainnya terletak pada tiga poin, yaitu waktu produksi yang hanya memerlukan waktu 6,5 menit/buah. Face shield ini dipatok harga Rp35.000 per buah untuk 500 buah dan bisa lebih murah lagi jika diproduksi dalam jumlah lebih banyak.

    "Kemasan rata akan mempermudah pengiriman dan meminimalisir biaya kirim untuk pengiriman Bandung-Jakarta hanya Rp25.000 untuk 100 buah face shield dengan jasa pengiriman paxel,” ujar Budi.

    Baca juga:  Harkitnas 2020, Jokowi Luncurkan 55 Produk Inovasi Covid-19

    Saat ini produk face shield sudah dibuat sebanyak 500 buah dan didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan tempat praktik dokter secara gratis di wilayah Kota Bandung, Surabaya, Jakarta, Pangkal Pinang, Purwokerto, Ambon, dan lain-lain. 

    Hingga saat ini, hak cipta masih dimiliki desainer face shield, produksi dan distribusi masih terkendala dana dukungan. Budi berharap semoga dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, flatpack face shield ini dapat diproduksi lebih banyak untuk mendukung garda terdepan dalam menghadapi pandemi covid-19.

    "Serta dapat tercipta satu teknik pembuatan (pemotongan pola) dengan teknik yang lebih sederhana (gunting dan cutter) untuk mempermudah masyarakat luas memproduksi dan membantu sesama," tutupnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id