Covid-19 Buatan Manusia? Peneliti: Teknologi Manusia Belum Nyampe

    Citra Larasati - 24 September 2020 09:09 WIB
    Covid-19 Buatan Manusia? Peneliti: Teknologi Manusia Belum <i>Nyampe</i>
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Ahli Biologi Molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, yang juga alumnus Harvard Medical School, Amerika Serikat, mengatakan klaim SARS Cov-2 adalah buatan manusia tidak terbukti.  Sebab, berdasarkan data yang ada, teknologi buatan manusia belum cukup mampu untuk merekayasa virus SARS CoV-2. Virus itu menjadi penyebab covid-19 yang kini telah mewabah di seluruh dunia.
       
    Mengutip peneliti dari Wuhan Institute of Virology, Peng Zhou, SARS CoV-2 dan covid-19 ini justru muncul akibat ulah manusia, terutama di Tiongkok. Dalam hasil penelitian pada 2009 tersebut, Peng Zhou mengatakan masyarakat di sana memiliki kebiasaan mengonsumsi kuliner yang unik, seperti mengonsumsi satwa-satwa eksotis. Salah satunya adalah kelelawar.

    Perilaku atau kebiasaan tersebut membuat intensitas interaksi antara manusia dan satwa liar tersebut cukup tinggi. Maka, secara statistik pun tinggal menunggu waktu untuk bertemu dengan variasi yang cocok. 

    "Dan salah satunya (bertemu) dengan SARS-Cov-2 itu. Secara filogenetik (sejarah evolusi organisme), ini menunjukkan hal yang paling sederhana, bahwa virus ini bukan buatan manusia. Kita tidak sepandai itu," tegas Ahmad, dalam paparannya di kanal YouTube bernama 'Pak Ahmad' miliknya.

    Baca: Peneliti Indonesia Pereteli Kelemahan Klaim Li Meng Yan Soal Covid-19

    Menurut Ahmad, dari kasus di Tiongkok tersebut, alam justru menunjukkan kepada manusia bahwa variasi (peluang manusia bertemu virus SARS-CoV-2 melalui perantara satwa liar) yang dimiliki alam sangat luar biasa.  "Seperti orang Islam mengetahui ada qadar, Allah memberikan satu kemungkinan variasi yang luar biasa dan Allah ciptakan banyak sekali variasi.  Ini membuat manusia harus belajar lagi," ujarnya.

    Dengan kata lain, Ahmad menegaskan bahwa variasi computer modelling yang dibuat manusia tidak sebagus dengan variasi yang ada di alam. Ia pun menilai, hal ini mengandung hikmah, di antaranya adalah kemunculan banyak sekali teori alternatif yang antimainstream (tidak mempercayai proses alam).
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id