Peneliti UI: 14% Kalangan Dewasa Muda Depresi Akibat Pandemi

    Antara - 04 Juni 2021 19:52 WIB
    Peneliti UI: 14% Kalangan Dewasa Muda Depresi Akibat Pandemi
    Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Kristiana Siste SpKJ(K). Dok Antara.



    Jakarta: Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Kristiana Siste mengatakan perlu adanya deteksi dini gangguan psikologis saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Ia menyebut, dalam pembelajaran luring pada masa pandemi covid-19, sebanyak satu dari lima orang dewasa mengalami gangguan kecemasan

    "Termasuk dewasa muda seperti mahasiswa, psikologis terganggu dan itu tercermin pada perilaku sehari-hari," ujar Siste dalam temu media FKUI secara daring, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Begitu juga ketika diharuskan melakukan PTM terbatas atau perkuliahan secara daring, kata dia, tak jarang mengalami burnout meskipun telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Makanya, dukungan psikologis harus benar-benar bagus.

    "Deteksi dini harus dilakukan pada anak sekolah saat mereka melakukan pembelajaran secara luring," tambah dia.

    Baca: Lapan: Puncak Hujan Meteor Bisa Disaksikan pada 7 Juni

    Hasil penelitian FKUI, sebagian besar pada remaja mengalami depresi yang memicu mereka untuk kecanduan internet. Angka kecanduan internet di Indonesia cukup tinggi yakni di atas 19 persen.

    Angka depresi pada dewasa muda cukup tinggi yakni 14 persen, padahal sebelum pandemi covid-19 hanya tiga persen. Secara psikologis, kondisi dewasa muda mengalami depresi dan demotivasi.

    "Akibatnya mereka menggunakan games untuk kegiatan spesifik misalnya untuk media sosial dan games online, sehingga adiksi internet risikonya menjadi lebih tinggi," terang dia.

    Selain itu, jika ada anggota keluarga yang mengalami covid-19 dan berakibat mencari informasi covid-19 di internet. Akibatnya, tingkat adiksi internet mereka bertambah.

    "Internet bisa menjadi tempat pelarian, depresi atau bahkan saat emosi. Mereka akhirnya lari ke games online yang berbau kekerasan," ujarnya.

    Baca: BMKG Ramalkan Gempa Kuat di Jatim, Pakar ITS: Tanda Harus Siaga

    Peneliti FKUI lainnya Gina Anindyajati mengatakan dari penelitian sebanyak satu dari lima penduduk mengalami kecemasan. Sebagian besar dewasa muda yang berisiko mengalami kecemasan karena berkaitan dengan tidak adanya kepastian, misalnya awal pandemi sekolah tutup, lulus kuliah, baru memulai kerja tapi dihadapkan dengan pandemi covid-19, hingga dukungan orang tua yang tidak memuaskan.

    "Dengan kondisi yang dihadapi saat ini, maka dibutuhkan masalah kesehatan jiwa yang lebih berat lagi. Kalau tidak dikelola sekarang, maka akan menimbulkan masa pada masa depan," kata Gina.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id