comscore

Wujudkan Karbon Netral, Mahasiswa ITS Gagas Bahan Bakar Sintetis

Arga sumantri - 12 Januari 2022 08:04 WIB
Wujudkan Karbon Netral, Mahasiswa ITS Gagas Bahan Bakar Sintetis
Ilustrasi. Foto: Dok Humas ITS
Surabaya: Penggunaan minyak bumi dan gas alam dalam bauran energi global masih menjadi penyumbang terbesar dengan 54,2 persen. Guna menggantikan bahan bakar konvensional yang tinggi emisi karbon tersebut, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam tim Synchronize menggagas bahan bakar sintetis menggunakan teknologi digital twin. 

Ketua tim Synchronize Fachrizan Bilal Masrur mengatakan, jika saat ini berbagai negara di dunia telah sepakat untuk mengurangi emisi karbon melalui Perjanjian Paris. Menurutnya, salah satu cara untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). 
"CCS adalah teknologi untuk memisahkan, mengangkut, dan menyimpan emisi karbon yang dikeluarkan oleh proses industri," ungkap Bilal mengutip siaran pers ITS, Rabu, 12 Januari 2022. 

Ia mengatakan, tim menggagas pemanfaatan karbon dioksida yang akan digunakan sebagai sumber bahan baku dan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan bahan bakar sintetis melalui reaksi hidrogenasi. Bahan bakar sintetis memiliki kinerja yang sangat mirip dengan bahan bakar fosil pada umumnya. 

"Sehingga dapat digunakan pada mesin kendaraan saat ini dan lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Baca: Tak Hanya Bermanfaat di Dapur, Ekstrak Lengkuas Bisa Basmi Nyamuk DBD

Ia menjelaskan, untuk mempercepat penerapannya, digunakan teknologi digital twin yang merupakan representasi visual dari sebuah sistem yang sedang beroperasi. Digital twin dapat memberikan sebagian gambaran dari apa yang sedang terjadi dan mungkin apa yang akan terjadi pada sistem tersebut.

Dengan bantuan teknologi digital twin, kata dia, komposisi campuran bahan bakar konvensional dengan bahan bakar sintetis yang paling optimal untuk mesin kendaraan tertentu dapat diketahui. 

"Jika bahan bakar sintetis diaplikasikan pada semua kendaraan, terutama kendaraan penumpang, dapat berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 4,6 metrik ton per tahun," paparnya.

Melalui inovasi ini, tim Synchronize juga berhasil meraih juara II dalam kompetisi Technical Paper Contest Pelantar 2021 yang diadakan oleh Society of Petroleum Engineering Universiti Teknologi MARA Student Chapter (SPE UiTM SC), Malaysia. 

Selain Bilal, tim ini beranggotakan dua mahasiswa Teknik Kimia lainnya, yaitu Muhammad Ihwan Nur Rifki dan I Made Deago Nugra Visesa. Tim Synchronize berharap inovasi ini dapat segera diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan secara bertahap menggantikan bahan bakar konvensional, sehingga dapat membantu mewujudkan karbon netral.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id