Mahasiswa UNS Salurkan Pelindung Wajah ke Sejumlah Rumah Sakit

    Antara - 07 Juli 2020 21:12 WIB
    Mahasiswa UNS Salurkan Pelindung Wajah ke Sejumlah Rumah Sakit
    Ilustrasi. Foto: AFP
    Solo: Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memproduksi ribuan alat pelindung wajah (face shield). Ini sebagai salah satu kontribusi dalam meminimalisasi penyebaran wabah virus korona (covid-19) di masyarakat.

    "Kami sudah menyalurkan lebih dari 1.000 face shield ke beberapa rumah sakit dan puskemas," kata salah satu mahasiswa, Airla Prasetudia Hanugrapasca, di Solo, Selasa, 7 Juli 2020.

    Ia mengatakan ada sepuluh mahasiswa Arsitektur Angkatan 2017 yang terlibat dalam produksi face shield tersebut. Ini merupakan inisiasi para dosen Prodi Arsitektur UNS untuk membuat program 'Arsi UNS Peduli APD'.

    "Akhirnya saya dan teman-teman yang terlibat kemudian merekognisikan kontribusi ini ke dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Covid-19 terhitung sejak 1 Mei-5 Juni 2020," ujarnya.

    Ia mengatakan produksi dilakukan setiap Senin-Jumat selama tujuh jam per hari. Program tersebut dilaksanakan atas dasar rasa peduli terhadap kurangnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim medis ketika menangani pasien-pasiennya.

    "Utamanya di Surakarta dan sekitarnya yang saat itu kekurangan APD," ungkapnya.

    Baca: Ventilator Buatan UGM Diproduksi Massal Bulan Depan

    Ia mengatakan beberapa instansi yang telah menerima bantuan tersebut di antaranya RSIA Dian Pertiwi Karanganyar, Puskesmas Baturetno Wonogiri, RSUD Karanganyar, RS Koestati, Rejosari Husada Klaten, UNS Medical Center, dan RS Ibnu Sina Sragen.

    "Selain itu juga Dokter Muda Fakultas Kedokteran UNS, RS Asyfa Sambi, RSU Islam Cawas Klaten, Klinik IDI Surakarta, PPDS RSD Moewardi, PKFI Karanganyar, UPTD Puskesmas Mangunjaya Bekasi, RSUD Soedjati Grobogan, Puskesmas Senori Tuban, dan UPTD Puskemas Wonogiri I," katanya.

    Ia mengatakan kegiatan tersebut rencananya akan terus dikembangkan ke mahasiswa angkatan bawah. Sebab, pelindung wajah ini banyak dibutuhkan masyarakat.

    "Sehingga tidak berhenti di angkatan 2017 saja. Dan semoga setelah ini masyarakat juga dapat membuat 'face shield' sendiri sehingga dapat saling membantu, khususnya tenaga medis dalam penanganan covid-19," ujarnya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id