Bulan Ini, Pemerintah Targetkan Produksi 200 Ribu Unit Rapid Test

    Antara - 09 Juli 2020 21:03 WIB
    Bulan Ini, Pemerintah Targetkan Produksi 200 Ribu Unit <i>Rapid Test</i>
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah akan mulai memproduksi 200 ribu unit tes cepat atau rapid test. Alat rapid test yang diproduksi merupakan inovasi dalam negeri.

    "Bulan ini kami targetkan 200 ribu unit, dan bulan depan dipastikan kita sudah bisa 400 ribu unit," kata Bambang di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

    Menurut Bambang, pemerintah juga akan terus berusaha mencari mitra industri tambahan selain PT Hepatika Mataram dan PT Prodia, guna menambah produksi dalam skala lebih besar lagi.

    Ia menjelaskan, khusus untuk produk RI-GHA covid-19 tersebut sudah dilakukan uji validasi skala laboratorium. Hasil nilai sensitifitas untuk IgM 96,8 persen, IgG 74 persen melalui pengujian pada 40 serum pasien yang positif dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Baca: Ventilator Buatan UGM Diproduksi Massal Bulan Depan

    Produk tersebut, kata dia, juga sudah dilakukan akurasi di rumah sakit yakni sekitar 4.000 kit dan tersebar di Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya. Selain itu, diperkuat uji lapangan sekitar 6.000 kit yaitu uji akurasi dan uji skrining di beberapa puskesmas, termasuk di Kabupaten Sleman.

    Ia mengatakan, perlu diketahui bahwa tugas dari Kemenristek dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah menghasilkan prototipe. "Tahapan berikutnya ialah terus menemukan mitra industri yang bisa memproduksi dalam skala besar dan kualitas teruji," katanya.

    Upaya produksi massal, menurut Bambang, sudah sesuai dengan instruksi Presiden bahwa pemerintah harus mengurangi bahkan menghentikan impor produk terkait covid-19 yang sudah bisa diproduksi dalam negeri. Pemerintah akan terus melakukan sejumlah perbaikan dari alat kesehatan tersebut terutama terkait akurasi virus yang bertransmisi di Indonesia.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan produk tes cepat dalam negeri tersebut nantinya mampu bersaing di pasaran serta dengan harga yang lebih murah.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id