ITB Kenalkan Teknologi Masaro untuk Pengelolaan Sampah Organik

    Arga sumantri - 10 Mei 2021 15:02 WIB
    ITB Kenalkan Teknologi Masaro untuk Pengelolaan Sampah Organik
    Ilustrasi pemilahan sampah. Foto: Dok Humas ITB.



    Bandung: Dosen KK Perancangan Produk Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmad Zainal Abidin membuat teknologi Manajemen Sampah Zero (Masaro). Teknologi ini merupakan pelatihan pengelolaan sampah menghasilkan zero waste, dengan mengubah paradigma mengenai sampah yang awalnya hanya sebatas cost center (kumpul - angkut - buang) menjadi profit center (pilah - angkut - proses - jual). 

    "Sampah dapat dimanfaatkan dan menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Sampah yang tercampur aduk itu beban,tetapi sampah yang terpilah adalah aset," ujar Zainal mengutip laman ITB, Senin, 10 Mei 2021.

     



    Ia menjelaskan, terdapat lima prinsip penerapan teknologi Masaro, yaitu pemilahan sampah di sumber, pengolahan sampah di dekat sumber, melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan industri, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan pembuatan manajemen untuk program sustainability. Teknologi Masaro membagi sampah dari masyarakat menjadi lima kategori, yakni sampah membusuk, sampah plastik film, sampah waste to energy (WTE), sampah daur ulang, dan sampah B2 (bahan berbahaya).

    "Masing-masing jenis sampah diolah sesuai dengan prosesnya masing-masing untuk menghasilkan produk yang memiliki value added," jelasnya.

    Baca: Bhagelen, Inovasi Pengisi Tulang dan Gigi Berlubang dari Tulang Sapi

    Sampah organik menjadi fokus utama pada teknologi Masaro ini. Akhmad Zainal dan tim membentuk program LBHP untuk melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan industri, untuk melakukan pengelolaan dan pengolahan sampah organik di rumah.

    Lingkungan Bersih Hijau dan Produktif (LBHP ) Masaro merupakan program pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi media tanam dengan formulasi 4:3:2:1. Media tanam yang digunakan tidak hanya menggunakan sampah organik tetapi juga melibatkan komponen lain diantaranya tanah, sampah organik, kotoran hewan, dan arang sekam padi, dengan formulasi yang disebutkan. 

    Aplikasi program LBHP diawali dengan memasukkan sampah organik di bagian bawah polybag diikuti dengan campuran tiga media tanam lain diatasnya dan disiram dengan Pupuk Organik Cair Istimewa (POCI) Masaro yang juga merupakan salah satu hasil produk dari Teknologi Masaro.

    Baca: Mahasiswa ITS Sulap Ampas Tebu Jadi Biobriket

    Laporan mengenai pengolahan sampah organik dengan LBHP Masaro ini telah diterbitkan di Media Indonesia pada Selasa 20 April 2021 dalam Rubrik Rekacipta ITB.

    Pengolahan sampah organik dengan LBHP Masaro telah mampu menghabiskan sampah organik di desa dan kelurahan. Meskipun demikian, pelaksanaan program LBHP harus diawali dengan sosialisasi dan diberikan edukasi yang baik. Termasuk, bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi agar membangun kesadaran di masyarakat. 

    Menurut tim Masaro ITB, Teknologi Masaro menghadirkan solusi terbaik dalam pengelolaan dan pengolahan sampah organik dengan metoda yang jauh lebih bersih, mudah, dan murah untuk dipraktikkan setiap orang. Selain itu, memiliki nilai manfaat yang besar.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id