Pakar UNS Jelaskan Tentang Sarkoma Jantung, Penyebab Virgil Abloh Meninggal

    Arga sumantri - 30 November 2021 12:43 WIB
    Pakar UNS Jelaskan Tentang Sarkoma Jantung, Penyebab Virgil Abloh Meninggal
    Dokter Spesialis Jantung RS UNS Habibie Arifianto. Dok Humas UNS.



    Surakarta: Dunia fesyen baru saja dikejutkan dengan kabar meninggalnya pendiri label Off-White sekaligus Direktur Artistik untuk koleksi pria Louis Vuitton (LV), Virgil Abloh. Pihak keluarga mengatakan, pendiri label Off-White tersebut meninggal karena kanker yang langka dan agresif, angiosarkoma atau sarkoma jantung.

    Virgil Abloh diketahui telah menderita kanker jenis ini sejak 2019 dan serangkaian pengobatan telah dilalui selama masa hidupnya.

     



    Kasus ini turut mendapat perhatian dari dokter spesialis jantung Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Habibie Arifianto. Sebabnya, kanker jantung yang diderita Virgil Abloh adalah kanker jenis langka yang ganas dan berpotensi menyerang siapa pun.

    Habibie menerangkan, sarkoma adalah tumor ganas dari jaringan ikat atau otot, yang salah satu jenisnya adalah angiosarkoma. Ia mengatakan, angiosarkoma adalah tumor ganas yang berasal dari jaringan pembuluh darah.

    Ia menerangkan, cardiac angiosarcoma/cardiac sarcoma adalah tumor ganas yang posisinya di jantung dan diakibatkan karena keganasan di jantung yang bisa sebagai tumor primer.  "Tumor ini asalnya dari otot jantung, tapi sangat jarang atau pembuluh darah di sekitar jantung yang menginvasi jaringan jantung," terang Habibie, Selasa, 30 November 2021.

    Baca: FISIP Unpad Siapkan Kurikulum Integratif Outcome Based Education

    Ia menyampaikan, ada sejumlah gejala yang mengindikasikan bahwa seseorang terkena sarkoma jantung. Salah satunya adalah gagal jantung. Sarkoma jantung bisa menyebabkan gagal jantung karena jaringan otot tergantikan oleh jaringan tumor, yang kemudian menimbulkan gangguan irama jantung.

    Gangguan itu berasal dari pembuluh darah sehingga berisiko memperlambat aliran darah, dan dikhawatirkan bisa menimbulkan tromboemboli atau bekuan darah di dalam jantung yang bisa lepas dan menyumbat ke pembuluh darah lain.

    "Untuk usia penyakit kancer lebih sering diderita usia 40 tahun ke atas. Namun karena gaya hidup yang tidak sehat di usia muda, penyakit keganasan dapat timbul di usia relatif muda," ujar Habibie.

    Karena sarkoma jantung berisiko dialami siapa saja, maka mengetahui penyebabnya secara dini akan jauh lebih baik.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id