comscore

RT Lamp BRIN Dapat Izin Edar Kemenkes, Alternatif Deteksi Covid-19

Arga sumantri - 13 Januari 2022 07:37 WIB
RT Lamp BRIN Dapat Izin Edar Kemenkes, Alternatif Deteksi Covid-19
RT Lamp BRIN. Foto: Dok BRIN.
Serpong: Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification (RT Lamp) resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Izin edar produk dengan merek dagang Qi-LAMP-O ini berlaku sampai Januari 2027.

Peneliti Kimia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tjandrawati Mozef bersyukur dengan terbitnya izin edar RT Lamp dari Kemenkes. Dengan demikian, Indonesia memiliki alternatif baru untuk mendeteksi covid-19. 
"Apalagi di beberapa negara seperti Belanda dan Spanyol juga telah menetapkan RT Lamp sebagai salah satu metode setara RT PCR yang digunakan untuk mendeteksi covid-19," kata Tjandrawati melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis, 13 Januari 2022.

Ia menambahkan, keunggulan RT Lamp dibandingkan dengan RT Polymerase Chain Reaction (PCR) ini tidak memerlukan alat deteksi PCR yang mahal. Harga alatnya relatif lebih murah.

Baca: Wujudkan Karbon Netral, Mahasiswa ITS Gagas Bahan Bakar Sintetis

Tjandrawati menyampaikan, pada awal pandemi covid-19, ia beserta tim berinisiatif mengembangkan sistem alternatif untuk melakukan screening dan deteksi RNA virus SARS-Cov-2. Kala itu, kebutuhan untuk mendeteksi virus adalah dengan menggunakan PCR. 

"Sementara alat PCR yang ada di Indonesia sangat terbatas dan hanya terdapat di laboratorium besar. Selain itu, reagen yang digunakan untuk uji PCR merupakan impor," jelasnya.

Hingga saat ini, kata dia, pandemi covid-19 belum berakhir, varian-varian baru bermunculan. Ini memotivasi BRIN untuk terus melakukan riset dan berkontribusi dalam pengendalian pandemi.  "Dan mendukung program pemerintah 3T (tracing, testing dan treatment),” ucap dia. 

Kemudian, diusulkan inovasi baru yaitu metode RT Lamp untuk meningkatkan kemampuan testing. Metode ini diyakini mampu mendeteksi secara spesifik material genetik dari virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19.
 
 

Ia menerangkan, produk inovasi RT Lamp ini menggunakan sampel ekstrak RNA hasil swab hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dengan melihat adanya presipitasi dengan akurasi yang baik. Selain itu, bisa juga menggunakan alat real-time turbidimeter hasil inovasi riset BRIN yang sudah didaftarkan patennya. 

"Akurasinya dapat ditingkatkan setara dengan sistem RT-PCR dan reaksi amplifikasi dapat dipantau secara real-time," ujarnya.

Ia berharap RT Lamp mampu bersaing dengan keunggulannya, antara lain tidak memerlukan alat thermocycler, cepat, dan akurat. Ia mengungkapkan, produk inovasi BRIN ini dapat diaplikasikan di masyarakat dengan jangkauan lebih luas, sehingga dapat membantu program pemerintah dalam hal peningkatan kapasitas testing secara nasional. 

"Selain itu hasil deteksi covid-19 dengan RT Lamp diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dokumen persyaratan perjalanan," paparnya.

Baca: Tak Hanya Bermanfaat di Dapur, Ekstrak Lengkuas Bisa Basmi Nyamuk DBD

RT Lamp BRIN juga sedang dikembangkan untuk dapat menggunakan sampel saliva. Metode ini diklaim memiliki hasil yang sangat menjanjikan. Saat ini, statusnya sedang diproses untuk pengajuan izin edar. 

"Secara in silico, RT Lamp telah diuji spesifisitasnya terhadap varian-varian SARS-CoV-2, termasuk varian Delta dan Omicron, dengan hasil mampu mendeteksi varian-varian tersebut," tutur peneliti Biokimia/Farmasi tersebut.

Pada awal tahun ini, kasus covid-19 varian Omicron terdeteksi di berbagai negara. Meskipun gejala Omicron tidak seperti varian sebelumnya, namun penyebarannya terdeteksi lebih cepat. Cara mendeteksi sesorang terinfeksi covid-19 varian Omicron atau lainnya adalah dengan alat tes PCR dan dianalisis lanjut di laboratorium. Metode PCR ini paling akurat, namun hasil pengujian lebih lama dan biayanya relatif mahal. 

Menurut Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) BRIN, Agus Haryono, dalam mengantisipasi penyebaran varian baru covid-19 adalah dengan melakukan screening dan pengujian, termasuk dengan metode RT Lamp. 

"Screening dan pengujian menjadi kunci penting dalam pencegahan penyebaran covid-19, termasuk menghadapi varian Omicron," ungkapnya.

(AGA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id