comscore

4 Bidang Penelitian Potensial Dibahas dalam Forum RIIG Presidensi G20

Renatha Swasty - 25 Februari 2022 12:42 WIB
4 Bidang Penelitian Potensial Dibahas dalam Forum RIIG Presidensi G20
Plt Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN sekaligus ketua RIIG, Agus Haryono. DOK BRIN
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Research Innovation Initiative Gathering (RIIG) dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20. Plt Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN sekaligus ketua RIIG, Agus Haryono, menyebut terdapat empat bidang penelitian potensial yang dibahas dalam RIIG.

Keempat bidang riset itu, yakni keanekaragaman hayati, laut dan ilmu kelautan, antariksa dan ilmu kebumian, serta energi baru terbarukan.
“RIIG menawarkan kerja sama riset beserta pemanfaatannya di bidang-bidang tersebut. Hal ini tidak lain untuk mendukung Blue and Green Economy serta transisi menuju Clean Energy. Negara-negara anggota G20 sangat mendukung riset ini,” ujar Agus dikutip dari laman brin.go.id, Jumat, 25 Februari 2022.

Agus menyebut RIIG akan membahas usulan kerangka kerja yang spesifik, praktis, dan layak untuk berbagi fasilitas, data, pendanaan, dan infrastruktur antarnegara G20. RIIG juga akan memperkuat kolaborasi riset dalam bidang ilmu kelautan, mempertajam fokus pada energi baru terbarukan, serta menawarkan upaya yang lebih terarah pada sumber energi terbarukan tertentu.

“Indonesia akan mengadopsi dan mempertimbangkan semua masukan dari setiap negara anggota G20 yang hadir dalam pertemuan ini. Komentar dan saran yang disampaikan delegasi akan diintegrasikan dalam prospektus RIIG pertama yang akan dilaksanakan pada akhir Maret 2022,” tutur Agus.

Agus menyebut delegasi negara anggota G20 mengusulkan beberapa poin untuk dibahas dalam rangkaian RIIG pada 2022. Pertama, mengusulkan kerangka kerja yang spesifik, praktis, dan layak untuk berbagi fasilitas, pendanaan, data, dan infrastruktur antara negara-negara G20 dengan mempertimbangkan masalah keamanan data.

Indonesia akan memberikan konsep open platform yang lebih rinci untuk dibahas dalam pertemuan RIIG berikutnya. Kedua, mengidentifikasi keterlibatan negara anggota G20 saat ini dalam ilmu kelautan.

Ketiga, mempertajam fokus pada energi terbarukan dan menawarkan upaya yang lebih terarah pada sumber energi terbarukan tertentu. Keempat, di bidang ilmu antariksa dan bumi, RIIG menawarkan riset dan inovasi pemanfaatan teknologi antariksa untuk mendukung kelautan dan keanekaragaman hayati.

RIIG mencatat negara-negara anggota G20 memiliki minat besar terhadap kerja sama riset antariksa dan ilmu bumi. Meski begitu, kata Agus, sebagian besar negara peserta RIIG lebih suka melanjutkan keterlibatan mereka saat ini ketimbang memasuki kolaborasi baru secara eksklusif di antara negara-negara G20.

“Perlu dicatat bahwa Indonesia menyambut baik keterlibatan negara-negara lain untuk bergabung dan berkolaborasi dalam riset dan inovasi,” tutur dia.

Pertemuan tersebut juga menawarkan kerja sama riset tentang transisi energi bersih. Negara-negara anggota G20 telah menyatakan komitmen mereka terhadap energi terbarukan tetapi perlu menentukan area yang lebih fokus. Negara-negara anggota mencatat perbedaan sumber energi terbarukan di antara negara-negara G20 dan pentingnya penyelarasan dengan COP26.

Baca: BRIN Usulkan 2 Agenda Prioritas pada RIIG G20
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id