Akhir Tahun, Bibit Vaksin Merah Putih Masuk Uji pada Hewan

    Citra Larasati - 09 September 2020 13:51 WIB
    Akhir Tahun, Bibit Vaksin Merah Putih Masuk Uji pada Hewan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro melaporkan proses pengembangan vaksin merah putih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Akhir tahun ini ditargetkan bibit vaksin tersebut sudah dapat memasuki tahap uji pada hewan.

    Bambang dalam kesempatan tersebut melaporkan kepada Presiden, bahwa Lembaga Biologi Molekuler  Eijkman memulai pengembangan vaksin merah putih dengan menggunakan platform protein rekombinan.  "Saat ini prosesnya sudah mencapai 50 persen dari tugas Eijkman mengembangkan vaksin di laboratorium," kata Bambang dalam keterangannya yang disiarkan melalui YouTube Setpres, usai bertemu dengan Jokowi di Istana Bogor, Rabu, 9 September 2020.

    Ketua Penanggung Jawab Tim Vaksin Merah Putih ini juga menyampaikan, bahwa akhir tahun ini ditargetkan bibit vaksin tersebut sudah dapat memasuki tahap uji pada hewan.  Sehingga di awal tahun depan atau sekitar bulan Januari Eijkman bisa menyerahkan bibit vaksin tersebut ke PT Bio Farma untuk kemudian dilakukan formulasi produksi untuk uji klinis.

    "Baik itu uji klinis tahap satu, dua, dan tiga.  Setelah uji klinis selesai dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menyatakan ini aman digunakan dan cocok untuk daya tahan tubuh maka akan dilakukan produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma juga," jelas Bambang.

    Ia memperkirakan, di triwulan keempat tahun 2021, vaksin ini dapat diproduksi dalam jumlah besar.  Dengan begitu, vaksin merah putih ini dapat melengkapi vaksin covid-19 yang awalnya bekerja sama dengan pihak luar, seperti Sinovac dari Tiongkok dan G42 Uni Emirat Arab.

    "Harapannya setelah itu proses vaksinasi sudah bisa dikerjakan," tegas Bambang.

    Bambang dalam kesempatan yang sama juga melaporkan kepada Presiden, bawah bibit vaksin merah putih yang dikembangkan ini menggunakan isolat virus yang beredar di Indonesia.  "Sehingga kita berharap vaksin akan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh warga negara Indonesia terhadap covid-19," ucapnya. 

    Baca juga:  Pemerintah Gandeng Swasta untuk Produksi Vaksin Merah Putih

    Sebelumnya, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 mengundang sejumlah perusahaan vaksin swasta untuk turut memproduksi vaksin covid-19 produksi dalam negeri. Sejauh ini sudah ada tiga perusahaan yang potensial untuk diajak memproduksi vaksin merah putih tersebut.

    Bambang mengatakan, bahwa PT Bio Farma memiliki kemampuan produksi sekitar 50 juta vaksin per tahun. Jumlah tersebut dinilai masih butuh dibantu oleh perusahaan vaksin lainnya, untuk memenuhi kebutuhan vaksin covid-19 di Indonesia.
     
    Namun ada hal yang harus diperhatikan dalam vaksinasi nantinya. Yakni berdasarkan hasil penelitian di tahap awal menunjukkan, bahwa ada kemungkinan vaksinasi nantinya harus diberikan lebih dari sekali untuk setiap individu.

    Sebagai gambaran, jika sekarang ada 270 juta jiwa penduduk di Indonesia, maka vaksinasi yang harus dilakukan minimal 540 juta kali. "Ini membutuhkan kapasitas produksi vaksin yang besar. maka itu kami mengajak Bio Farma melakukan ekspansi dan perusahaan swasta lain ikut mendukung," terang Bambang.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id