UI Kembangkan Alat Prediksi Pneumonia Akibat Covid

    Citra Larasati - 15 Mei 2020 13:23 WIB
    UI Kembangkan Alat Prediksi Pneumonia Akibat Covid
    UI Kembangkan Alat Deteksi Pneunomia Akibat COVID-19 Berbasis Artificial Intelligent. Foto: UI/Humas
    Jakarta:  Universitas Indonesia (UI) mengembangkan DSS-CovIDNet, sebuah alat bantu untuk memprediksi kasus pneumonia akibat covid-19.  Alat ini menggunakan program berbasis artificial intelligence deep-learning. 

    Alat ini dikembangkan melalui Kelompok Bidang Ilmu (KBI) Fisika Medis dan Biofisika dan KBI Instrumentasi Fisika-Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI).  Program tersebut dirancang oleh tim mahasiswa S2 serta alumni dari Departemen Fisika FMIPA UI yang tergabung dalam tim riset AIRA (artificial intelligence for radiological applications) di bawah arahan Prof. Dr. Djarwani S. Soejoko, FIOMP, dan Prawito, Ph.D.
     
    DSS-CovIDNet menggunakan konsep convolutional neural network (CNN) untuk melakukan klasifikasi dari citra rontgen dada ke dalam tiga kelompok.  Yakni pneumonia covid-19, pneumonia noncovid-19, dan paru normal dengan akurasi mencapai 98,44 persen.

    "DSS-CovIDNet diharapkan mampu berkontribusi menambah keyakinan diagnosa dan mengurangi beban dokter spesialis radiologi dengan tingginya workload terkait diagnosa dan pemantauan kasus covid-19,” kata Koordinator Tim AIRA, Lukmanda Evan Lubis.

    Baca juga:  Ilmuwan Beberkan Kendala Pengelolaan Dana Riset di Indonesia
     
    Wakil Rektor UI bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr.rer.nat. Abdul Haris, M.Sc menambahkan, tingkat akurasi yang tinggi membuat alat ini unggul. "Akses data juga kami buka dengan harapan memudahkan para peneliti untuk turut menyempurnakan program ini,” terangnya.
     
    Penelitian berkenaan dengan deteksi pneumonia menggunakan artificial intelligent berdasarkan data radiologis ini tidak hanya dilakukan oleh satu kelompok penelitian ini saja.  Melainkan ada tiga tim peneliti interdisipliner lainnya di UI.

    Para peneliti tersebut adalah Tim Peneliti Fakultas Kedokteran UI (FKUI) yang bekerja sama dengan DELFT Imaging CAD4COVID di bawah arahan dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, dan dr. Benny Zulkarnaien, SpRad(K). Selain mereka, ada kelompok peneliti FKUI di bawah arahan dr. Cleopas Martin Rumende, Sp.PD-KP dan dr. Telly Kamelia, SpPD., KP untuk mengembangkan algoritma deteksi.

    Berikutnya, tim peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom UI) yang dipimpin oleh Mirna Adriani, Dra., B.Sc., Ph.D., Dina Chahyati, S.Kom., M.Kom. yang bekerja sama dengan tim dari AI Center Fasilkom UI.
     
    Deskripsi mengenai metode dan hasil sementara menggunakan dataset opensource dapat diunduh di https://arxiv.org/abs/2005.04562, sementara proses validasi dengan menggunakan data pasien anonim Indonesia telah diinisiasi melalui kerja sama dengan staf Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran UI (FKUI), tim Unit Radiologi Rumah Sakit UI (RSUI), dan Instalasi Radiologi RSUD Cibinong.
     
    Pembuatan program tersebut didukung penuh oleh FMIPA UI dan dapat diakses untuk uji coba pada https://sci.ui.ac.id/detectcovid/ dengan menggunakan access key yang dapat diminta secara gratis via email ke aira.medphy.ui@gmail.com. Pengguna terbatas hanya untuk tenaga medis dan kesehatan di bidang radiologi.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id