Mahasiswa ITS Gagas NUKERTRASH Aplikasi Tukar Sampah

    Citra Larasati - 23 September 2020 08:08 WIB
    Mahasiswa ITS Gagas NUKERTRASH Aplikasi Tukar Sampah
    Data yang perlu diisikan oleh setiap pengguna untuk membuat akun. Foto: Dok. ITS
    Jakarta:  Berawal dari semakin meningkatnya jumlah sampah yang dibuang begitu saja ke tempat pembuangan sampah (TPS), Anisa Tri Okweningtyas, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas aplikasi NUKERTRASH.  Aplikasi ini berfungsi sebagai media penukaran sampah yang dapat digunakan masyarakat, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

    Dengan adanya pandemi, semakin banyak orang yang membeli makanan dengan cara dibungkus dan dinikmati di rumah.  Akibatnya, jumlah sampah di rumah tangga semakin meningkat.

    Mengingat semua orang melakukan work from home (WFH) pula, tidak banyak orang yang memberikan usaha lebih besar dalam penanganan sampah. “Karena sedang pandemi, kita memikirkan bagaimana caranya supaya tetap menjalankan upaya konservasi lingkungan dengan tetap social distancing,” ungkap Anisa, dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2020.

    Selain permasalahan tersebut, tambah Anisa, agar dapat didaur ulang, sampah haruslah dipilah berdasarkan kategori-kategorinya. “Selain itu, tercampurnya berbagai jenis sampah yang berada di TPS dan TPA membuatnya sulit untuk menadur ulang ataupun dimanfaatkan sesuai kategorinya,” jelasnya.

    Sebelum dapat memanfaatkan aplikasi ini, Anisa menjelaskan bahwa pengguna harus membuat akun terlebih dahulu. Kemudian setelah membuat akun, pengguna dapat memilih sampah apa yang diinginkan dari menu katalog yang tersedia di aplikasi.

    Pembayaran pun dapat dilakukan dengan metode tunai, sampah, ataupun sedekah.  “Pengguna juga dapat memilih dari mana lokasi sampah yang diinginkan, apabila terlalu jauh maka bisa dikirimkan menggunakan ekspedisi. Jika dekat bisa dilakukan cash on delivery (COD),” terang mahasiswi asal Kebumen ini.

    Baca juga:  IPB University Luncurkan Sistem Pemantauan Lahan Digital

    Tak hanya itu, aplikasi ini juga memiliki fitur unik yang bisa digunakan untuk mengedukasi masyarakat. NUKERTRASH memiliki fitur explore yang berisi penjelasan mengenai cara mengelola sampah berdasarkan jenisnya.

    “Jadi, tidak hanya bisa membantu perekonomian masyarakat dan melestarikan lingkungan, tapi juga bisa mengedukasi masyarakat,” tutur Anisa.

    Dalam penggunaannya, kata gadis kelahiran 1999 ini, aplikasi tersebut akan bisa digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Semua orang dengan berbagai kepentingan mulai dari ibu rumah tangga, instansi, hingga rumah makan bisa menggunakan NUKERTRASH sebagai media pertukaran sampahnya.

    Ke depannya, mahasiswi angkatan 2018 ini berharap agar gagasan aplikasi NUKERTRASH dalam KTI-nya ini dapat dikembangkan dan diimplementasikan langsung, mengingat besarnya manfaat dari aplikasi ini. “Karena dari lomba-lomba sebelumnya langsung diterapkan, Saya harap (aplikasi) ini juga bisa diterapkan oleh Dinas Perkim LH Kebumen,” harapnya. 

    Karya mahasiswa Departemen Statistika Bisnis ITS berhasil meraih peringkat III dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) bertema Upaya Konservasi Lingkungan di Era New Normal yang digelar Dinas Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kebumen.  Anisa Tri Okweningtyas, peraih juara III dari tujuh KTI yang berhasil memasuki babak final dalam ajang tersebut. 

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id