Mahasiswa UNS Kembangkan Limbah Bubut Menjadi Baterai

    Citra Larasati - 19 November 2020 15:53 WIB
    Mahasiswa UNS Kembangkan Limbah Bubut Menjadi Baterai
    Tiga mahasiswa UNS anggota Tim Baterai LFP. Foto: Dok. UNS
    Jakarta:  Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menyulap limbah bubut menjadi baterai. Mahasiswa UNS tersebut tergabung dalam Tim Baterai LFP yang beranggotakan Valiana Mugi Rahayu (Teknik Kimia 2017), Reynaldi Virgiawan Rifki Pradana (Teknik Kimia 2017), dan Yudi Eka Fahroni (Teknik Kimia 2018).

    Tim ini mengusung judul ‘Limbah Industri Bubut Logam Besi sebagai Katoda LiFePO4 Baterai Lithium-ion’ pada pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    Ketua Tim, Valiana Mugi Rahayu mengatakan, latar belakang mengusung judul tersebut bermula ketika 2019 lalu ia mengikuti sebuah ajang perlombaan dan memerlukan pembubutan pada logam besi. Pada saat itu, ia mengunjungi industri bubut untuk membubut logam tersebut.

    "Lalu Saya melihat tumpukan limbah bubutan besi yang sangat banyak dan ternyata limbah tersebut hanya dijual untuk dileburkan lagi. Kemudian serpihan besi yang berukuran kecil dibuang ke lingkungan. Hal tersebut tentunya dapat mencemari lingkungan,” ujar Valiana, Kamis, 19 November 2020.

    Selain itu, Valiana dan tim juga melihat konsumsi baterai lithium-ion di dunia saat ini mencapai 200 GWh dan diperkirakan tahun 2030 permintaannya akan meningkat sebesar 1.000 GWh menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN).

    Baca juga:  Dosen Perlu Libatkan Mahasiswa Lakukan Kolaborasi Riset

    “Dari kedua permasalahan tersebut kami berusaha mengatasinya dengan menggabungkan ide pemanfaatan limbah bubut dengan pembuatan baterai lithium-ion. Semangat kami semakin tinggi dikarenakan masih sedikit pengembangan tentang baterai lithium-ion di Indonesia,” imbuh Valiana.

    Valiana dan tim berharap, hasil studi literatur ini dapat memicu pengembangan baterai lithium-ion di Indonesia dan bisa mengurangi ketergantungan terhadap  impor. Bahkan kalau bisa Indonesia bisa ekspor baterai lithium-ion ya. Dari hasil studi literatur yang telah dilakukan ini, semoga dapat membuka peluang Indonesia untuk memproduksi baterai lithium-ion.

    Kesuksesan ketiga mahasiswa ini menjadi salah satu tim yang akan bertanding di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-33. “Tentunya kami sangat berterima kasih kepada Prof. Agus Purwanto yang senantiasa membimbing. Berkat bimbingannya, kami bisa lolos ke Pimnas. Dan juga berkat doa serta dukungan dari orang tua dan teman-teman,” pungkas Valiana. 

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id