UI Siap Produksi Sejuta Flocked Swab HS 19 Berbahan Lokal

    Citra Larasati - 14 Mei 2020 16:22 WIB
    UI Siap Produksi Sejuta Flocked Swab HS 19 Berbahan Lokal
    Konsorsium Flocked Swab menyerahkan HS 19 ke Kepala Bagian Laboratorium Mikrobiologi UI. Foto: UI/Humas
    Jakarta:  Universitas Indonesia (UI) beserta mitranya akan memproduksi sekitar satu juta unit flocked swab HS 19 pada Juni 2020.  Flocked swab ini istimewa, karena memiliki kandungan lokal Indonesia hampir 100 persen.

    Untuk diketahui, tes swab menjadi standar diagnostik virus korona yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO), karena tingkat reliabilitas yang jauh lebih tinggi dibanding metode lainnya. Tes Swab menggunakan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR), sehingga mutlak membutuhkan produk pengumpul spesimen yang bernama Flocked Swab.

    "Namun hingga saat ini flocked swab masih sangat langka di Indonesia dan hanya bisa didapatkan secara impor," kata Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, Kamis, 14 Mei 2020.

    Menjawab permasalahan tersebut, UI membentuk konsorsium untuk memerangi covid-19.  Konsorsium tersebut terdiri atas para ahli dan peneliti dari Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).

    Konsorsium ini juga berkolaborasi dengan beberapa mitra industri, yaitu Dynapack Asia Pte Ltd, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT Ingress Malindo Ventures, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Langgeng Jaya, PT Indachi Prima, dan PT Sri Tita Medika, untuk mengembangkan flocked swab dengan kandungan lokal Indonesia hampir 100%.

    “Melalui sinergi tersebut berhasil menciptakan HS 19 yang telah diproduksi sebanyak 50.000 unit pada batch pertama dan telah diserahkan hari ini (Kamis, 14 Mei 2020) kepada jaringan dokter Fakultas Kedokteran UI (FKUI) Angkatan '95'," kata Ari.

    Baca juga:  Peneliti UGM Kembangkan Alat Sterilisasi Masker N95

    Flocked Swab Made in Indonesia yang diberi nama HS 19 (sebuah singkatan dari Hope and Solution for covid-19) ini akhirnya telah diproduksi setelah melalui tahapan riset dan pengujian.  Pengerjaan riset ini melibatkan para insinyur dari Fakultas Teknik (FTUI) dan dokter dari Fakultas Kedokteran (FKUI) di bawah naungan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI (DISTP UI).

    Sebelum diproduksi, prototipe HS 19 telah melewati proses pengujian dari Laboratorium Mikrobiologi FKUI.  Ini untuk memastikan produk telah aman digunakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

    Nantinya akan didistribusikan ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan. "Target kami adalah mencapai produksi 1 juta unit pada Juni tahun ini yang kemudian akan disumbangkan secara gratis kepada pemerintah untuk didistribusikan kepada rumah sakit dan laboratorium rujukan covid-19 di seluruh Indonesia," ungkap Ari.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id