Indonesia Jajaki Kolaborasi Riset Terapi Covid-19 dengan Costa Rica

    Arga sumantri - 04 Juli 2020 15:22 WIB
    Indonesia Jajaki Kolaborasi Riset Terapi Covid-19 dengan Costa Rica
    Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti. Foto: Antara
    Jakarta: Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 menjajaki kerja sama riset terapi pengobatan virus korona (covid-19) dengan Instituto Clodomiro Picado (ICP) Costa Rica. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat riset dalam penanganan covid-19. 

    "Serta membuka lebih banyak peluang bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis program riset dan inovasi covid-19.," kata Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti melalui siaran pers, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Ghufron mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Costa Rika memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk bergabung di bidang riset dan pengembangan guna memerangi pandemi. Dalam programnya, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 memang membuka peluang bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis. 

    "Karena program ini memprioritaskan transfer teknologi antar negara untuk mendukung program riset dan inovasi selama masa pandemi covid-19," ujarnya.

    Duta Besar Costa Rica di Jakarta, H.E. Esteban Quirós Salazar menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk saling mendukung dalam masa pandemi ini. Ia menambahkan keterbukaan dan saling berbagi informasi meningkatkan keberhasilan dalam riset bilateral terkait covid-19, serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang ke depannya. 

    Menurut Esteban, hal ini merupakan kesempatan yang sangat bagus, apalagi di momen yang dunia alami saat ini. Kolaborasi dan kerja sama riset sangat penting, sebab keberhasilan riset di suatu negara akan menjadi lebih baik jika saling berbagi informasi yang dimiliki. 

    "Tidak ada keraguan, saya yakin kita bisa bekerja sama dengan baik, selain mewujudkan kerja sama di bidang lain ke depannya," ungkap Esteban.

    Baca: Kemenristek Fokus Berkolaborasi Bangun Kemandirian Vaksin Nasional

    Direktur Instituto Clodomiro Picado (ICP) Costa Rika, Alberto Alape Girón mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan antiserum covid-19 dari plasma darah pasien. Ia mengatakan, selama 50 tahun, institusinya intensif melakukan program penelitian mengenai ular dan racunnya untuk memproduksi anti racun ular. 

    "Jadi kami memiliki infrastruktur dan peralatan yang memadai terkait penelitian tentang antibodi. Beberapa bulan terkahir kami sedang meneliti untuk mengembangkan antibodi melalui metode plasma convalescent dari pasien covid-19," jelas Alberto.

    Pada akhir Mei lalu, Indonesia telah menyatakan dukungannya terhadap prakarsa Solidarity Call to Action yang diusulkan oleh pemerintah Costa Rica kepada organisasi kesehatan dunia (WHO). Hal ini penting sebagai tanda dibukanya hubungan diplomatik antar kedua negara.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id