comscore

Menag Bakal Lantik Irawan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung pada 27 Juni

Citra Larasati - 25 Juni 2022 21:43 WIB
Menag Bakal Lantik Irawan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung pada 27 Juni
Rektor IAIN Syaikh Abdurrrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung Masa Bakti 2022-2026, Irawan. Foto: Dok. UIN Jakarta
Jakarta, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qaumas bakal melantik Irawan sebagai Rektor IAIN Syaikh Abdurrrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung Masa Bakti 2022-2026.  Pelantikan rektor dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 April 2022 di Gedung Kementerian Agama Jakarta.

Lulusan Program Doktoral Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta itu menggantikan Zayadi yang habis masa jabatannya. Irawan mengaku akan meneruskan program pimpinan sebelumnya dan bertekad mengembangkan IAIN SAS Babel menjadi lebih maju lagi.
Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT. Semoga kepercayaan yang diberikan kepada saya dapat dijalankan dengan penuh amanah dan baik sampai selesai,” katanya dilansir dari laman UIN Jakarta, Sabtu 25 Juni 2022.

Sebelum didapuk sebagai Rektor IAIN SAS Babel, Irawan meniti karier sebagai dosen di Jurusan Dakwah. Selang beberapa lama, kariernya kemudian naik. Pertama kali ia menjadi Plt. Kepala Jurusan Dakwah (2011) dan kemudian menjadi Plt Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan (2012).

Mulai dari sinilah, pria yang akrab dipanggil Pak Irawan, ini memperoleh jabatan definitif sebagai Ketua Jurusan Dakwah (2013).  Berturut-turut setelah itu, Irawan diangkat oleh Rektor IAIN SAS Babel (kala itu) Zayadi sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (2019-2020) dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (2020-2022) sebelum akhirnya menjadi Rektor IAIN SAS Babel masa bakti 2022-2026.

“Semoga jabatan baru yang saya emban dapat berjalan dengan baik dan lebih amanah,” ucapnya.

Irawan lahir di Air Kuang, Kabupaten Bangka Barat, pada 27 Mei 1972 dari pasangan Syamsudin bin Tuhir dan Adjisah binti Kasiman (almarhumah). Ia merupakan anak pertama dari enam bersaudara.

Setelah menikah Arnila, ia dikarunia dua anak perempuan bernama Rara Syifa Izdihariyah dan Nadhofa Afla Izdihariyah.  Ia menempuh pendidikan formal di SD UPTB Jebus (1995), SMP Negeri Jebus (1998), Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ihsan Baturusa Bangka (1991), S1 (Jurusan Dakwah) di IAIN Palembang (1996), S2 (Konsentrasi Filsafat Islam) di UIN Yogyakarta (2009), dan S3 (Konsentrasi Pemikiran Islam) di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta (2017).

Dalam bidang akademis, penerima Penghargaan DosenTeladan Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 Kementerian Agama tahun 2021 itu telah melakukan berbagai penelitian dan menulis karya ilmiah, baik yang berbentuk jurnal maupun buku. Dalam bidang penelitian, di antaranya Keberadaan Tasawuf pada Era Globalisasi dalam Usaha Meningkatkan Akhlak Manusia (Skripsi S1 1996), Islam Puritan dalam Pandangan Khaled M. Abou El Fadl (tesis S2 UIN Yogyakarta, 2009), Peranan SAS dalam Pengembangan Dakwah di Bangka (Penelitian Kolektif).

Kemudian Pemetaan Potensi Lembaga Dakwah di Bangka Belitung (Penelitian Kolektif, 2007), Dakwah Tarekat Tijaniah Pondok Pesantren Darul Muttaqien At-Tijani Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka (Penelitian Individual, 2010), Signifikansi Kepemimpinan Politik Perempuan dalam Ruang Publik: Studi Analisis Pemikiran Gender Siti Musdah Mulia (Penelitian Kelompok), dan Tasawuf Syekh Abdurrahman Siddiq dalam Mengatasi Krisis Kerohanian Manusia Modern (Penelitian Individual,  2013).

Selain mengajar dan menjadi peneliti, ia juga aktif menulis di jurnal-jurnal ilmiah, seperti Transformasi Tasawuf dalam Kehidupan, TAWSHIYAH, Jurnal Studi Sosial Keagamaan dan Pendidikan Islam STAIN  SAS Babel, Vol. 3, No. 1, 2008, Muslim Progresif: Sebuah Genre Baru dalam Islam, MAWA’IZH, Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, Vol. I, No. 1, 2011, Pandangan Islam tentang Kependudukan dan Keluarga Berencana, MAWA’IZH, Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, Vol. I, No. 2, 2011, dan Guru, Orangtua, dan Kecerdasan Anak, Jurnal TARBAWI STAI Al-Fitrah, Surabaya, Edisi 7, Vol. 1, 2014.

Sementara buku-buku yang pernah ditulisnya, antara lain, HAM dan Syariah (Analisis Pemikiran Khaled M. Abou El Fadl dalam “Pernak-Pernik Wacana Baru Islam” (2010) dan Peran Tasawuf dalam Meredam Konflik SARA pada Era Reformasi di Indonesia (Antologi Pemikiran Dakwah Kontemporer, FORDIS STAIN SAS Babel, 2011). Sejumlah artikelnya juga banyak dimuat di berbagai koran lokal, seperti Bangka Pos dan Bangka Belitung Pos.

“Sebagai Rektor, saya akan meneruskan program pimpinan sebelumnya dan bertekad memajukan IAIN SAS Babel di masa yang akan datang,” kata penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun (2017) itu.

Baca juga: Ini Dia Syarat Daftar Beasiswa KIP Kuliah di UIN Jakarta

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id