Webometrics Perketat Pemeringkatan Cegah Masuknya Kampus Abal-abal

    Ilham Pratama Putra - 31 Juli 2020 15:00 WIB
    Webometrics Perketat Pemeringkatan Cegah Masuknya Kampus Abal-abal
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Webometrics telah menjadi pusat pemeringkatan akademik terbesar dari tiap universitas di seluruh dunia. Kekinian, Webometrics akan lebih ketat dalam melakukan pemeringkatan, salah satunya untuk menutup celah bagi perguruan tinggi abal-abal agar tidak terjaring dalam pemeringkatan.

    Dilansir dari laman Webometrics, saat ini Webomatrics sendiri terus melakukan evaluasi. Pihaknya akan lebih ketat dalam pemeringkatan. Tantangannya ialah, bagaimana universitas palsu dan tidak terakreditasi tidak masuk dalam perhitungan.

    Webometrics akan terus memeriksa domain atau subdomain web independen atau yang tidak mengatasnamakan lembaga atau institusi yang terverifikasi dengan baik. Setiap saran tentang adanya indikasi masalah pemeringkatan ini akan ditampung pihak Webometrics.

    Webometric sendiri telah melakukan pemeringkatan di universitas seluruh dunia sejak 2004.  Tak hanya melihat pertumbuhan universitas dari konten website. Namun juga diikuti dengan apa yang telah dilakukan universitas untuk misi penelitian.

    Baca juga: Daftar 20 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi Webometrics

    Webometrics sangat memperhatikan kualitas dan kuantitas satu universitas. Penilaian sendiri dilakukan oleh para ilmuwan yang bekerja di satu lembaga penelitian publik kelas dunia, dengan pengalaman panjang dalam evaluasi pendidikan.

    Tujuan dari pemeringkatan yang dilakukan Webometrics ini adalah untuk mempromosikan kehadiran web akademis, dalam mendukung inisiatif terbukanya akses akademik. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan transfer pengetahuan ilmiah dan budaya yang dihasilkan oleh universitas ke seluruh Masyarakat.

    Untuk mencapai tujuan ini, publikasi peringkat dari Webometrics adalah salah satu alat paling kuat untuk mengonsolidasikan proses perubahan bagi akademisi. Dari sinilah dapat dilihat juga peningkatkan akademisi dalam membentuk komitmen lulusannya dalam menyiapkan strategi jangka panjang yang sangat dibutuhkan.

    Indikator webometrics saat ini dianggap sebagai acuan dalam evaluasi kinerja universitas secara global, komprehensif, dan mendalam, dengan mempertimbangkan aktivitas. Serta seperti apapula hasilnya, relevansinya dan dampaknya di masyarakat.

    Webometrics ternyata melakukan pengukuran terhadap universitas secara terus menerus. Itulah yang menyebabkan pemeringkatan bisa berubah sangat cepat.

    Pengukuran berdasarkan prestasi misalnya. Sebagai contoh, universitas yang mendapat satu Hadiah Nobel posisinya bisa saja naik ke 200 besar. Inilah yang membuat universitas sangat sulit untuk merangsek naik ke peringkat yang lebih baik.

    Uniknya, alat ukur tidak bergantung pada jumlah sarjana atau mahasiswa. Tapi yang dilihat seberapa banyak lulusan yang berkontribusi secara efisien untuk kinerja taraf global.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id