Mahasiswa Peneliti Jebolan IRN Ikut Scientific Tour ke Singapura

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 28 Desember 2019 00:44 WIB
    Mahasiswa Peneliti Jebolan IRN Ikut <i>Scientific Tour</i> ke Singapura
    Tiga mahasiswa peneliti yang terpilih dari Program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2018-2019. Foto: Dok. IRN
    Jakarta:   Tiga mahasiswa peneliti yang terpilih dari Program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2018-2019 mengikuti Scientific Tour ke Singapura pada 11-13 Desember 2019.  Ketiganya merupakan mahasiswa S1 yang mendapatkan bantuan dana penelitian dari IRN dan penelitiannya terpilih dari 58 penelitian lain dalam program ini.

    Mereka adalah Mariska Pricilla dari Universitas Surya, Banten, Fahrurrozi Asbirin dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Sayyidul Fath dari Universitas Syiah Kuala, Aceh.  Selama tiga hari, para mahasiswa mengunjungi dua fasilitas laboratorium kelas dunia serta beberapa lokasi wisata scientific lainnya di Singapura.

    Pertama, Firmenich Facilities yang merupakan perusahaan terbesar di dunia dalam bisnis aroma dan rasa. Lalu mengunjungi BASF Laboratorium yang memiliki teknologi canggih dengan fokus pada riset dan pengolahan bahan kimia untuk industri kesehatan dan nutrisi.

    “Melalui kunjungan ini diharapkan para peneliti terpilih bisa mendapatkan wawasan industrial yang lebih luas lagi terkait riset dan teknologi, khususnya pengolahan bahan kimia dan rasa," kata Head of Corporate Communications Divisions Indofood, Stefanus Indrayana dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. 

    Program Scientific Tour ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peneliti-peneliti muda yang mengikuti program IRN.  "Kami juga berharap agar pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk bergabung dalam program ini,” kata Indrayana.

    Sebagai salah satu mahasiswa yang diajak ke Singapura, Sayyidul berterima kasih kepada Indofood selaku penyelenggara program IRN dan juga Tim Pakar IRN atas kesempatan yang diberikan. Menurutnya, banyak pengalaman serta ilmu yang didapatkan selama perjalanan tersebut, sehingga membuka wawasannya tentang perkembangan riset dan teknologi, khususnya di teknologi pangan.

    "Semoga program IRN dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi dan dapat menciptakan peneliti unggul lainnya,” ujar Sayyidul.

    Program IRN yang merupakan program Corporate Social Responsibility Indofood pilar Building Human Capital ini adalah program pemberian bantuan dana riset kepada mahasiswa Strata 1 (S1) yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikannya. Program IRN telah menerima sekitar 5.000 proposal dan mendanai lebih dari 750 penelitian mahasiswa. 

    “Kami berharap melalui Program IRN ini akan bermunculan riset-riset unggul dari mahasiswa dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya saing bangsa, serta pada akhirnya dapat mendukung ketahanan pangan nasional,” tutup Indrayana. 




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id