29 Sekolah Diduga Langgar Aturan PPKM

    Ilham Pratama Putra - 02 Agustus 2021 10:57 WIB
    29 Sekolah Diduga Langgar Aturan PPKM
    Relawan Lapor Covid19 Diah Dwi Putri. Zoom.



    Jakarta: Koalisi Warga Lapor Covid-19 menerima 29 laporan terkait sekolah yang menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli lalu. Padahal, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4, sekolah wajib melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Relawan Lapor Covid19 Diah Dwi Putri menyebut, dari semua laporan itu, 17 persen di antaranya atau sekitar 5 sekolah pernah menjadi klaster covid-19. Lalu, 52 persen melanggar protokol kesehatan dalam proses pembelajarannya.

     



    "Dan yang lainnya melaporkan mengenai keluhannya terhadap kekhawatiran untuk anak-anak mereka atau mereka (orang tua) sendiri di sekolah yang sudah melakukan PTM," kata Diah dalam konferensi pers daring Pembukaan Sekolah Tatap Muka di Masa PPKM, Minggu, 1 Agustus 2021.

    Menurut dia, laporan ini pun menguatkan pendapat jika banyak sekolah yang belum melaksanakan protokol kesehatan ketika menggelar PTM terbatas. Bahkan terdapat sekolah yang gurunya tidak menggunakan masker, sehingga anak didik juga turut melepaskan masker.

    Baca: P2G Sebut PTM Terbatas Banyak Pelanggaran, Tapi Dibiarkan

    "Sedangkan kita tahu masker ini sangat penting sekali ya agar tidak ada transmisi (penularan covid-19)," ungkapnya.

    Diah menambahkan, ada juga laporan kalau sekolah tidak menerapkan jaga jarak. Aturan sirkulasi udara ruangan untuk belajar juga kurang diperhatikan. 

    "Padahal kalau untuk PTM sendiri rekomendasi itu harus ada sirkulasi udara yang baik, terus jaga jarak, cuci tangan dan tentunya pakai masker seperti itu, tapi semua itu ternyata dilanggar," ungkapnya.

    Adapun, sekolah-sekolah yang dilaporkan melanggar di antaranya berada di kawasan Bogor sebanyak enam sekolah, Sumedang sebanyak satu sekolah, Bandung lima sekolah, Depok satu sekolah.

    Baca: Pedoman PTM Terbatas Dinilai Inkonsisten

    Kemudian, di Banyumas sebanyak satu sekolah, Jakarta lima sekolah, Bekasi dua sekolah. Sementara di Banjarmasin satu sekolah, Makassar satu sekolah, Cimahi satu sekolah, Bali dua sekolah, Banten satu sekolah, dan Tangerang dua sekolah.

    "Laporan berasal dari beberapa wilayah di mana sebagian besar adalah wilayah-wilayah yang sedang dalam kondisi PPKM skala 4 dan skala 3, harusnya mereka daring tapi mereka melakukan pembelajaran tatap muka," tuturnya.

    Selain itu, pihaknya meminta adanya ketegasan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait PTM terbatas. Dia meminta, di tengah kasus covid-19 yang belum mereda, sebaiknya PTM terbatas ditunda pelaksanaannya.

    "Menunda pembelajaran tatap muka hingga kasus terkendali, yang dimaksud kasus terkendali itu positifity rate di bawah 5 persen dalam beberapa minggu ya, sesuai dengan rekomendasi WHO (organisasi kesehatan dunia) dan pembelajarannya harus dilakukan secara daring," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id