Kemendikbudristek: 490 Ribu Sekolah Sudah PTM Terbatas

    Antara - 14 September 2021 20:25 WIB
    Kemendikbudristek: 490 Ribu Sekolah Sudah PTM Terbatas
    Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri. Zoom.



    Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut 490.217 sekolah telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Jumlah ini tersebar di beberapa wilayah Tanah Air.

    “Sebanyak 490.217 sekolah di wilayah PPKM level satu hingga tiga yang diperbolehkan. Tapi kecepatan daerah dalam melakukan PTM terbatas sangat bervariasi," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 14 September 2021.

     



    Jumeri mengatakan, saat ini Provinsi Aceh menduduki peringkat teratas dalam pelaksanaan PTM terbatas, yaitu sebanyak 81 persen. Secara nasional, kata Jumeri, sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas berjumlah 50 persen dari total sekolah yang sudah diizinkan melakukan PTM terbatas.

    Jumeri mengatakan, sebagian besar komponen pemerintah daerah, pemerintah pusat, guru, peserta didik, dan orang tua, sudah punya tujuan yang sama, yaitu agar sekolah segera bisa dibuka.

    "Kami sudah satu frekuensi untuk segera membuka sekolah, untuk merelaksasi anak-anak kita, menolong anak-anak kita. Soal beda waktu membuka ini hanya soal perbedaan pertimbangan daerah," ucap dia.

    Baca: Gunung Kidul Mulai Uji Coba PTM Terbatas

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, mengapresiasi langkah Kemendikbudristek yang mengambil kebijakan PTM terbatas untuk menjaga kualitas pembelajaran di masa pandemi. Wahid juga mengajak segenap pemangku kepentingan untuk mendukung upaya PTM terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

    "Pendidikan tidak boleh berhenti dalam situasi apapun. Mari kita dukung bersama PTM terbatas ini," kata Wahid.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, prioritas vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan tetap berjalan. Kemenkes mengaku selalu mengingatkan kepada dinas kesehatan di seluruh wilayah provinsi, kabupaten, kota, untuk segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mempercepat vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan.

    "Jadi kita dorong untuk menunjang upaya kita dalam melakukan pembelajaran tatap muka," kata Nadia.

    Baca: Krisdayanti Nilai PTM Terbatas Dipaksakan, Curhat kepada Menkes

    Proses PTM mengacu pada surat keputusan bersama empat menteri yang pernah diluncurkan sebelumnya. "Jadi tidak ada syarat seorang murid ataupun siswa harus divaksinasi dulu untuk bisa mengikuti PTM," ujar Nadia.

    Dia menyatakan, bukan hanya vaksinasi saja yang didorong, tapi juga upaya-upaya memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Selain itu, ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai.

    "Artinya jika kemudian ada kasus positif bagaimana melakukan penelusuran kontak, melakukan testing, hubungan dengan puskesmas setempat, atau faskes mana yg akan ditunjuk. Ini merupakan langkah awal bagaimana menyiapkan wahana pendidikan untuk siap melakukan pembelajaran tatap muka," ucap Nadia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id