Wikan: Negara Maju Karena Pendidikan Vokasinya Maju

    Antara - 18 Agustus 2020 19:31 WIB
    Wikan: Negara Maju Karena Pendidikan Vokasinya Maju
    Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto. Foto: Zoom
    Jakarta:  Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengatakan, pendidikan vokasi merupakan salah satu syarat agar dapat menjadi negara maju.

    "Semua negara maju di dunia ciri-cirinya apa? Swiss, Jerman, Jepang? Ternyata kemajuannya itu karena pendidikan vokasinya yang maju," ujar Wikan dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Dengan demikian, jika Indonesia mau maju maka syaratnya pendidikan vokasinya juga harus maju. Sebab hal itu sudah dibuktikan negara lain.

    "Kalau Indonesia mau maju syaratnya apa, pendidikan vokasinya harus maju. Itu sudah terbukti.  Jadi tidak susah cari resep agar Indonesia bisa meloncat teknologinya, kemartabatannya, kepemimpinannya. Sangat mudah, salah satunya adalah memajukan pendidikan vokasi di Indonesia," terang dia.

    Pendidikan vokasi yang dimaksud tidak hanya politeknik saja, namun juga SMK dan juga Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang jumlahnya mencapai 17.000 lembaga.  Kemudian SMK ada 14.000 sekolah, perguruan tinggi vokasi ada sekitar 2.000 kampus dan itu yang harus dilakukan "pernikahan massal" antara pendidikan vokasi dengan industri dan dunia kerja (IDUKA).

    Wikan menambahkan, semangat untuk menikahkan pendidikan vokasi dengan IDUKA harus dilanjutkan hingga level tertinggi atau pernikahan sempurna. Pernikahan level tertinggi tersebut ditandai dengan kolaborasi riset bersama industri.

    Baca juga:  Tak Harus Masuk SMA, Lulusan Vokasi Juga Bisa Sukses

    Sejak awal pernikahan itu selain bikin kurikulum magang, itu juga merancang riset bersama. Wikan mengakui semangat pendidikan vokasi untuk menikah dengan dunia industri terus meningkat. 

    Meski dari sekian banyak pernikahan tersebut, belum banyak yang mencapai level pernikahan sempurna. Pernikahan dikatakan level sempurna jika terjalin kolaborasi antara pendidikan vokasi dengan industri untuk menciptakan produk hasil dari riset terapan vokasi. 

    "Oleh karena itu, cara berpikirnya harus diubah, tidak sekadar menikah, tetapi pernikahan harus paripurna atau mencapai level tertinggi," kata Wikan pada acara Pesta Pernikahan Vokasi dan Industri yang digelar secara daring dari Solo tersebut.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id