UMM Lantik Wakil Rektor 2020-2024 Secara Daring

    Daviq Umar Al Faruq - 22 April 2020 15:30 WIB
    UMM Lantik Wakil Rektor 2020-2024 Secara Daring
    Pengukuhan Wakil Rektor (Warek) baru masa jabatan 2020-2024 secara daring, Kamis 22 April 2020. Foto: Istimewa
    Malang:  Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan mengukuhkan Wakil Rektor (Warek) baru masa jabatan 2020-2024 secara daring, Rabu, 22 April 2020.  Pengukuhan secara daring ini sebagai bentuk physical distancing selama masa pandemi virus korona atau covid-19.

    Jabatan Warek I diisi oleh Syamsul Arifin yang membidangi Akademik dan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Warek II diisi Nazaruddin Malik yang membidangi Umum, Kepegawaian, dan Keuangan. 

    Sementara, posisi Warek III diisi Nur Subeki, membidangi Kemahasiswaan dan Alumni. Warek IV diisi Sidik Sunaryo yang membidangi Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Kerja sama.

    Rektor UMM, Fauzan menyampaikan, bahwa kampusnya mengembangkan misi dakwah Muhammadiyah. Sebuah misi suci yang buah karyanya dipersembahkan untuk umat dan bangsa. 

    "Oleh karena itu, diperlukan energi yang besar, kuat dan terus berpikir ke depan, serta selalu memohon rida Allah dalam menjalankan manajemen UMM ini," katanya usai pelantikan.

    Fauzan menambahkan, pada masa jabatan 2020-2024 terdapat penambahan jabatan Warek IV. Hal itu dilakukan untuk merespons perkembangan.

    "Usulan itu dibuat karena formasi sebelumnya belum meng-cover perkembangan yang dibutuhkan dalam situasi tiga tahun terakhir," bebernya.

    Fauzan mengimbau kepada para Warek UMM terpilih untuk merenungkan kembali tentang hakikat sebuah jabatan. Dia menjelaskan, jabatan apapun yang tengah diemban adalah amanah.

    “Dengan niat yang tulus dan selalu husnudzon dalam menjalankan amanah ini, Insya Allah, kemajuan akan kita dapat,” ungkapnya.

    Baca juga:  Pandemi, Kampus Swasta Minta Subsidi ke Pemerintah

    Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang Muhammadiyah, Lincolin Arsyad menaruh harapan kepada para Warek baru UMM. Semoga dengan formasi baru ini, UMM dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik, dan diselesaikan dengan baik juga. 

    “Hampir semua melihat ke UMM. Jadi, UMM harus menjadi contoh yang baik bagi seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia.  Menjadi acuan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang lain,” katanya.

    Sedangkan, Ketua BPH UMM, Malik Fadjar, menyampaikan kesyukurannya, di tengah-tengah kehidupan yang mengalami perubahan besar-besaran ini, UMM tetap dapat melengkapi kepemimpinan di lingkungan UMM. 

    “Mudah-mudahan dengan kelengkapan kepemimpinan ini, perjalanan UMM ke depan semakin pesat,” katanya.

    Malik menjelaskan, UMM telah menempuh perjalanan panjang mengantarkan dari generasi ke generasi, mengantarkan kehidupan ber-Muhammadiyah dan berakademik, sesuai dengan amanat yang telah digariskan oleh Majelis Diktilitbang Muhammadiyah.

    “Saya berharap, UMM dapat dikelola dengan baik. Meskipun universitas ini milik ormas besar Muhammadiyah, tapi dalam mengelolannya hendaknya tetap menggunakan prinsip profesional dan selalu konsisten mampu membawa misi UMM ke depan untuk menjawab seluruh tuntutan dan tantangan,” pungkasnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id