comscore

Kurikulum Merdeka Dinilai Produk Belum Matang, Guru Besar UPI: Mengkonsumsi Bisa Jadi Masalah

Ilham Pratama Putra - 10 Mei 2022 12:18 WIB
Kurikulum Merdeka Dinilai Produk Belum Matang, Guru Besar UPI: Mengkonsumsi Bisa Jadi Masalah
Ilustrasi sekolah. Medcom
Jakarta: Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Said Hamid Hasan mengatakan Kurikulum Merdeka merupaka produk belum matang. Pasalnya Kurikulum Merdeka awalnya merupakan Kurikulum Prototipe.

Hamid menuturkan tanpa evaluasi dan studi komprehensif, tiba-tiba Kurikulum Prototipe menjadi Kurikulum Merdeka. Hamid menyebut menerapkan kurikulum yang belum matang akan menimbulkan masalah.
"Meminta sekolah untuk mengkonsumsi kurikulum yang belum jadi ini bukan hanya masalah logika tapi masalah etika," ujar Hamid dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia dikutip Selasa, 10 Mei 2022.

Dia menganalogikan pengujian kurikulum seperti membuat obat atau vaksin. Sebelum obat benar-benar diberikan kepada manusia, harus ada uji coba terlebih dahulu terhadap berbagai sampel.

"Di kedokteran kan begitu, harus dicoba ke monyet dulu atau apa dulu. Enggak bisa langsung ke manusia, karena dia masih proses uji coba masih prototipe," tutur dia.

Hamid menegaskan setiap kurikulum mesti diberikan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Dia menyebut kurikulum tak bisa sembarangan diterapkan begitu saja.

"Kalau dia masih cair masih prototipe sulit mempertanggungjawabkan, pertanggungjawabannya dunia akhirat ini," tegas dia.

Baca: Awas, Beredar Buku Cover Kurikulum Merdeka Berisi Kurikulum 2013
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id