'Rapor' Asesmen Pengganti UN Tak Hanya Berisi Angka

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Desember 2019 18:52 WIB
    'Rapor' Asesmen Pengganti UN Tak Hanya Berisi Angka
    Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno. Foto: Medcom,id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Bentuk 'rapor' Asesmen Kompetensi Minimum yang digadang-gadang akan menggantikan UN di 2021 tidak hanya sekadar berwujud deretan angka. Tetapi juga berisi rapor hasil diagnostik, apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan, serta apa yang harus diperbaiki.

    "Jadi, item sekali, sehingga sekolah mendapatkan feedback mana yang harus diperbaiki, mana yang sudah kuat ditingkatkan. Jadi bentuknya enggak hanya angka. Tetapi rincian laporan diagnostik yang bisa digunakan sekolah untuk melakukan perbaikan," terang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno kepada wartawan di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.

    Nantinya, hasil asesmen tersebut akan diberikan ke pihak sekolah, karena yang mengeksekusi hasil penilaian adalah sekolah. Asesmen itu kata Totok akan menjadi petunjuk bagi sekolah.

    "Misalnya, untuk urusan literasi ini gurunya siapa saja yang harus diperbaiki, itu sekolah. Cek and ricek, matematika, literasi, terkait dengan guru  matematika, sains.  Sekolah harus mendeteksi kelemahan masing-masing," terangnya.

    Selain itu, kata Totok, asesmen ini yang menjadi poin penting adalah memperbaiki kultur belajar. Jadi, bukan hanya sekadar untuk bercermin dan memperbaiki diri.

    Ia menganalogikan seperti orang ke dokter bukan ketemu dokternya, tetapi bagaimana cara dokter mengobatinya.  "Asesmen demkian, alat untuk mendiagnosis, yang memperbaiki siapa? Utama sekolah, kemudian pemerintah melakukan kebijakan yang bisa membantu mereka," kata Totok.

    Totok juga mengatakan, Kemendikbud akan mulai memperkenalkan model soal yang akan diujikan pada asesmen model baru tersebut pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020. Soal-soal yang disisipkan di UN 2020 ini nantinya tidak jauh berbeda dengan model soal yang diujikan di Programme for International Student Assessment (PISA).

    Totok menjelaskan, nantinya soal asesmen yang disisipkan di UN 2020 ini akan mirip soal PISA. "Semi model PISA ala Indonesia. Dalam bahasa Indonesia," kata Plt. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud ini.

    Nantinya, kata Totok, akan ada beberapa model soal PISA yang akan dimasukkan. Tentu, tujuannya agar guru dan siswa bisa mulai mengenal model soal asesmen baru itu.

    "Untuk mengenalkan model asesmen 2021 nanti pada UN 2020 akan ada lima soal untuk asesmen ke depan," ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id