RNI Siap Tampung dan Hilirisasi Hasil Riset UGM

    Intan Yunelia - 18 April 2019 11:41 WIB
    RNI Siap Tampung dan Hilirisasi Hasil Riset UGM
    Rektor UGM, Panut Mulyono (kanan) dan Direktur Utama PT. RNI, Didik Prasetyo (kiri), UGM/Humas.
    Jakarta:  Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sepakat bekerja sama dalam pemanfaatan hasil penelitian untuk mendorong kemajuan industri dan pertumbuhan ekonomi.

    Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama yang dilakukan oleh Rektor UGM, Panut Mulyono dan Direktur Utama PT. RNI, Didik Prasetyo di ruang tamu pimpinan, Gedung Pusat UGM.

    Panut mengatakan UGM sebagai salah satu perguruan tinggi bertugas untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan produk penelitian yang diharapkan bisa dihilirisasi ke masyarakat.  "Kita memiliki banyak tenaga ahli dan produk penelitian sehingga memerlukan para mitra sehingga bidang perindustrian bisa berkembang,” kata Panut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

    Dikatakan Panut,  UGM memiliki pusat pengembangan usaha dan inkubasi yang bertugas menghilirisasi produk inovasi dan dikerjasamakan dengan industri maupun dipasarkan langsung ke masyarakat.  Beberapa produk alat kesehatan, menurut Rektor, sudah dipasarkan ke masyarakat melalui industri kesehatan.

    “Alat penumbuh tulang pasca operasi gigi dan alat penyedot cairan hidrosefalus sudah dipasarkan,” ujarnya.

    Baca:  UGM Kampus Terbaik Versi Webometric

    Ia menyebutkan, salah satu produk kesehatan yang kini tengah dalam proses pengembangan adalah produk ring jantung yang kini dalam tahap uji coba pemasangan ke manusia. “Saat ini dalam tahap akhir pengembangan, kita usahakan punya produk ring jantung produksi dalam negeri, jadi tidak lagi harus impor,” kata Panut.

    Menurut Panut, kerja sama pemanfaatan hasil penelitian ini sangat menguntungkan bagi UGM, karena bisa menghilirisasi dan memasarkan hasil penelitiannya ke masyarakat luas. “Kita bisa saja membuat barangnya tapi belum tentu harus menjual dan memasarkannya sendiri sehingga diperlukan kerja sama dengan mitra,” ujar Panut.

    Direktur PT RNI Rajawali Nusantara Indonesia (persero), Didik Prasetyo mengatakan, kerja sama pemanfaatan hasil penelitian ini bisa mendukung bidang usaha RNI dalam bidang agro industri dan pengelolaan kawasan industri. “RNI saat ini akan menjadi perusahaan induk dengan 12 anak perusahaan, sehingga kerja sama ini bisa memasarkan produk bersama,” sebut Didik.

    Selain itu, menurut Didik, kerja sama ini diharapkan juga mendukung kesepakatan  sebelumnya antara Kementerian BUMN dan Kemenristeksikti dalam program magang mahasiswa bersertifikat. “Program magang mahasiswa bersertifikat melibatkan 9.000 mahasiswa, kita kebagian sekitar 200 mahasiswa.  Saya berharap ada mahasiswa UGM magang di RNI, syukur setelah magang bisa langsung jadi pegawai untuk membangun RNI,” katanya



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id