Setelah Dua Dekade, Prodi Teknologi Pangan Unsoed Akhirnya Raih Akreditasi A

    Arga sumantri - 12 Februari 2021 15:39 WIB
    Setelah Dua Dekade, Prodi Teknologi Pangan Unsoed Akhirnya Raih Akreditasi A
    Ilustrasi. Medcom.id



    Purwokerto: Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ini menjadi prestasi tersendiri setelah 20 tahun menyandang akreditasi B.

    Koordinator Program Studi S1 Teknologi Pangan (TPN) Rumpoko Wicaksono mengatakan Asesmen Lapang (AL) akreditasi di masa pandemi dilakukan secara daring. Dokumen bukti yang diperlukan harus diunggah di Google Drive dan membagi tautannya kepada asesor, sehingga dapat melakukan veriikasi data yang ditulis di borang. 




    "Tinjauan sarana dan prasarana kampus dilakukan secara virtual melalui video yang juga diunggah ke Google Drive," jelas Rumpoko mengutip siaran pers Unsoed, Jumat, 12 Februari 2021.

    Baca: Prodi Kessos UIN Jakarta Kembali Raih Akreditasi A

    Proses Akreditasi berlangsung secara daring via zoom meeting yang dilaksanakan pada 3-4 Februari 2021. Dalam proses akreditasi tersebut dilakukan klarifikasi data dan wawancara dengan pimpinan fakultas dan tim borang fakultas. Kemudian, klarifikasi dan wawancara dengan koordinator prodi dan tim borang prodi hingga tenaga kependidikan terkait dengan layanan pembelajaran.

    Selain itu, juga wawancara dengan mahasiswa terkait proses pembelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Kemudian, wawancara dengan alumni dan pengguna alumni untuk menjaring informasi terkait dampak pembelajaran yang dilaksanakan prodi terhadap kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja. 

    "Juga pendapat para pengguna lulusan terhadap kinerja alumni di instansi masing-masing," urainya.

    Baca: ITS Buka Sekolah Pascasarjana Lintas Disiplin Ilmu

    Rumpoko menambahkan dalam melaksanakan reakreditasi ini tidak ada kendala secara komunikasi dengan adanya teknologi telekonferensi yang ada. Sebab, didukung fasilitas internet yang baik di fakultas. Menurutnya tantangan utamanya adalah dokumen yang diunggah ke google drive harus didigitalisasi jika hanya tersedia hardcopy. 

    "Serta harus lengkap karena asesor dapat mengakses dokumen tersebut untuk memeriksa apakah dokumen tersebut valid dan lengkap seperti yang ditulis di borang," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id