comscore

Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Tiga Profesor Unnes Teliti Kerusakan Lingkungan Hingga Karakter Anak

Renatha Swasty - 09 Juni 2022 17:21 WIB
Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Tiga Profesor Unnes Teliti Kerusakan Lingkungan Hingga Karakter Anak
Guru besar Unnes. DOK Unnes
Jakarta: Universitas Negeri Semarang (Unnes) memiliki tiga profesor baru. Mereka dikukuhkan sebagai guru besar setelah menyampaikan orasi ilmiah. 

Mereka, yakni Juhadi sebagai profesor dalam bidang Geografi Lingkungan dan Kebencanaan, Asih Kuswardinah dikukuhkan sebagai guru besar bidang Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, dan Dewi Selvia Fardhanti dikukuhkan sebagai profesor bidang Teknik Kimia.
Juhadi merupakan ahli geografi lingkungan dan kebencanaan. Dia menyampaikan pidato mengenai Model Deteksi Dini Kerusakan Lahan Perbukitan-Pegunungan yang sangat relevan dengan kebutuhan dan kondisi bangsa Indonesia yang hidup pada daerah rawan bencana.

Juhadi berhipotesis cara pandang etnosentris memiliki kontribusi terhadap kerusakan lingkungan, terutama meningkatnya luas lahan kritis di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan ke depan harus dilandasi sebuah cara pandang baru yang menjadikan manusia dan alam sebagai satu kesatuan ekosistem yaitu ekosentrisme.

Gagasan Juhadi tentang model deteksi dini kerusakan lingkungan lahan pertanian dan potensi bencana akan sangat berguna. Gagasan Juhadi melalui WebGIS Kunmap akan membantu meningkatkan mobilitas dan kecepatan dalam memperoleh informasi mengenai data yang diperlukan. Sehingga, pemanfaatan dan penanganan lahan kritis bisa dilakukan dengan baik dan merupakan gagasan dalam bentuk konkret pengalaman nilai-nilai konservasi.

Asih Kuswardinah, ahli yang kepakarannya terakui luas dalam bidang pendidikan kesejahteraan keluarga jeli merumuskan konsep pendidikan kesejahteraan keluarga sebagai pembentuk karakter anak melalui lima strategi. Yaitu keteladanan, konsistensi, pembiasaan, pendisiplinan, dan komunikasi efektif.

Konsep dan pandangan Asih Kuswardinah sangat berharga dilihat dalam konteks kekinian ketika karakter anak menjadi sangat penting. Karakter anak adalah gambaran karakter keluarga, gambaran karakter bangsa, sekaligus gambaran kondisi bangsa pada masa depan.

Tidak kalah penting, gagasan Dewi Selvia Fardhanti menyampaikan orasi ilmiah tentang pirolisis biomassa menjadi bio-oil sebagai upaya menciptakan bahan bakar alternatif yang terbarukan. Gagasan ini penting karena saat ini masyarakat dunia masih mengalami kebergantungan dengan bahan bakar berbasis fosil yang tidak ramah lingkungan.

Sebagian besar bahan bakar yang digunakan di industri dan rumah tangga masih mengandalkan bahan bakar fosil. Sehingga, berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan.

Upaya pemanfaatan biomassa dengan mengubahnya menjadi bio-oil yang dilakukan Dewi Selvia Fardhanti perlu didorong agar dapat diaplikasikan dalam skala besar. Pengurangan emisi karbon dengan mengedepankan penggunaan bio-oil akan sangat besar dampaknya bagi lingkungan.

Baca: Unnes Beri Penghargaan untuk Nadiem Makarim dan Ebiet G. Ade


(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id