comscore

Payakumbuh Masukkan Budaya Alam Minangkabau ke Pelajaran Sekolah

Antara - 09 Juni 2022 13:33 WIB
Payakumbuh Masukkan Budaya Alam Minangkabau ke Pelajaran Sekolah
Guru sedang mengajar di muka kelas. Foto: MI/Barry Fathahillah
Payakumbuh:  Dinas Pendidikan kota Payakumbuh di Provinsi Sumatra Barat akan memasukkan materi budaya alam Minangkabau (BAM) ke dalam mata pelajaran di sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Kita memanfaatkan kurikulum Merdeka Belajar yang memberi ruang untuk memasukkan pelajaran BAM ini dalam Muatan Lokal, karena ada alokasinya di struktur kurikulum," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dasril di Payakumbuh, Kamis, 9 Juni 2022.
Ia mengatakan, materi budaya alam Minangkabau dimasukkan dalam proyek pembelajaran Pancasila pada tahun ajaran 2022-2023 yang akan dimulai 4 Juli 2022.  "Pelaksanaannya akan diusahakan untuk seluruh sekolah. Kita usahakan minimal dapat dilaksanakan untuk sekolah yang ada di naungan kita, yakni di tingkat SD dan SMP," kata dia.

Dia mengemukakan, pemasukan materi budaya alam Minangkabau dalam pelajaran sekolah selaras dengan misi pemerintah kota mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya, berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

"Pembelajaran ini sangat penting untuk generasi muda kita, karena saat ini banyak anak yang sudah jauh dari adat Minangkabau. Pembelajaran ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai esensial dari adat untuk membentuk karakter anak," katanya.

Dinas Pendidikan akan melibatkan tim pengembang kurikulum sekolah dan tim pengembang kurikulum kota serta berkonsultasi dengan para ahli dari perguruan tinggi dalam menyusun materi muatan lokal.  "Regulasinya minimal dalam bentuk perwako (peraturan wali kota) dan diusulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi," kata Dasril.

Dia berharap materi budaya alam Minangkabau bisa resmi masuk kurikulum pada tahun ajaran 2023-2024.  "Untuk kesiapan guru sedang kita siapkan pelatihan-pelatihan dan kegiatan untuk menyusun materi-materi. Sekarang kita memberdayakan guru yang ada dahulu.  Kita juga telah menerapkan materi muatan lokal dengan menggelar pelatihan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah di SKB untuk peserta didik dari pendidikan kesetaraan non formal pada paket C," katanya.

Baca juga: PPDB 2022 SD-SMP di Pariaman Mulai 15 Juni, Setelah Ijazah Keluar

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id