comscore

Gelar Halalbihalal, Ini Pesan Rektor di Depan Sivitas Akademika SBM-ITB

Citra Larasati - 18 Mei 2022 18:40 WIB
Gelar Halalbihalal, Ini Pesan Rektor di Depan Sivitas Akademika SBM-ITB
Halalbihalal antara Rektor ITB dengan Sivitas Akademika SBM-ITB. Foto: Dok. ITB
Jakarta:  Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Reini Wirahadikusumah bersilaturahmi dan menggelar halalbihalal dengan sivitas akademika Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM-ITB) pada Rabu, 18 Mei 2022.  Halalbihalal tersebut mengambil tema "Indahnya Kembali Fitrah, Menuju Kesempurnaan Ibadah" dan diisi oleh Ustaz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A.

Pada momen halalbihalal tersebut Rektor menyampaikan, jika menengok ke belakang kita akan dapati bagaimana para pendiri ITB bekerja keras untuk membesarkan ITB di tengah-tengah berbagai keterbatasan infrastruktur dan kesulitan-kesulitan ekonomi di masa itu. 
"Bukan hanya keterbatasan fasilitasi laboratorium, melainkan juga keterbatasan ketersediaan buku-buku teks. Tetapi dengan ‘semangat kejuangan’ yang sangat tinggi yang disertai dengan keikhlasan dan sikap amanah, para pendiri ITB telah berhasil menegakkan dan membesarkan ITB," kata Reini dilansir dari laman ITB, Rabu, 18 Mei 2022.

Ia percaya percaya, tanpa semangat kejuangan, keihklasan dan amanah dari para pendiri ITB, akan sulit bagi generasi ITB di era kini, untuk bisa meraih prestasi-prestasi pada hari ini, dan di masa-masa depan.  Di bidang psikologi modern, lanjut Rektor, ada sebuah konsep yang berkaitan dengan self-development, yang dikenal dengan ‘growth mindset’.

Konsep ini dipopulerkan antara lain oleh psikolog dari Stanford University, Carol Dweck. "Gagasan dari Dweck adalah, kira-kira, bahwa manusia itu memiliki faktor-faktor internal yang dapat mendorong dan menggerakkan dirinya untuk terus bergerak maju, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan/kendala. Faktor-faktor internal itu berkaitan dengan cara pandang atau persepsi," ujarnya.

Hal tersebut dimisalkan ketika seseorang percaya bahwa kemampuan dirinya terbatas, bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk membawa perubahan, maka orang itu akan berhenti untuk berupaya. Inilah yang disebut sebagai ‘fixed mindset’.

Baca juga:  Orang Tua Mahasiswa SBM ITB Somasi Rektor Hingga Nadiem, Ini Respons Kemendikbudristek

Tetapi, kata Reini, kalau orang itu percaya bahwa kemampuan dirinya masih bisa dikembangkan lagi, maka dia akan mengupayakan cara-cara baru untuk meningkatkan kemampuan dirinya.

"Saya percaya bahwa ibadah, sebagaimana diuraikan oleh Gus Wafiq, merupakan faktor internal yang penting bagi kita untuk membentuk ‘growth mindset’. Kesiapan kita untuk ‘bekerja lebih’, ‘memberi lebih’, dan disertai sikap amanah demi terwujudnya kemaslahatan yang lebih luas, merupakan faktor internal yang memacu self-development diri kita," tuturnya.


(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id