comscore

Perbesar Peluang Lolos, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Daftar PPDB SMA Jakarta

Medcom - 27 Juni 2022 14:03 WIB
Perbesar Peluang Lolos, Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Daftar PPDB SMA Jakarta
Ilustrasi PPDB. MI Andri Wijayanto
Jakarta: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta konsisten dilaksanakan secara online selama beberapa tahun terakhir. Meski prosesnya kian mudah, bukan berarti calon peserta didik baru bisa mendaftar asal-asalan.

Ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan agar peluang lolos sekolah impian semakin besar. Terlebih pada jenjang SMA, persaingan untuk masuk di sekolah tertentu terbilang cukup ketat.
Melansir laman Zenius, setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan saat mendaftar PPDB SMA Jakarta. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Kenali jalur penerimaan peserta didik baru

PPDB Jakarta membuka sejumlah jalur yang ditujukan bagi calon peserta didik baru dengan kriteria berbeda. Untuk itu, kenali dulu jalur penerimaan yang tersedia dan sesuaikan dengan kualifikasi diri.

Jalur yang tersedia untuk jenjang SMA di Jakarta antara lain Afirmasi, Zonasi, serta Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru. Jalur Afirmasi umumnya ditujukan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu atau penyandang disabilitas.

Sedangkan, Zonasi diperuntukkan bagi lulusan SMP untuk mendaftar ke SMA yang sesuai dengan kecamatan dan kelurahan tempat calon peserta didik tinggal. Jalur ini dibedakan lagi menjadi tiga zona prioritas.

Zona prioritas pertama, RT domisili pendaftar sama dengan RT lokasi sekolah. Zona prioritas kedua, RT domisili pendaftar berbatasan langsung atau bersinggungan dengan RT lokasi sekolah. Adapun zona prioritas ketiga, kelurahan domisili pendaftar sama dan/atau berdekatan dengan kelurahan sekolah tujuan.

Jika pendaftar Jalur Zonasi melebihi daya tampung, seleksi dilakukan dengan memprioritaskan usia yang lebih tua, pilihan sekolah, dan waktu mendaftar. Calon peserta didik bisa mendaftar paling banyak 3 tiga peminatan/jurusan pada satu SMA atau 3 tiga peminatan/jurusan pada sekolah yang berbeda.

Sementara itu, Jalur Pidah Tugas Orang Tua dan Anak Guru diperuntukkan bagi calon peserta didik yang ingin bersekolah di tempat orang tuanya bertugas. Untuk mendaftar jalur ini, pendaftar harus menyertakan bukti surat penugasan orang tua/wali.

2. Pahami kuota penerimaan setiap jalur

Selain ditujukan bagi pendaftar dengan kualifikasi berbeda, setiap jalur penerimaan juga menyediakan kuota yang berbeda. Jalur Zonasi membuka kuota paling besar, di mana menerima 50 persen calon peserta didik baru dari total kuota siswa di suatu sekolah.

Kemudian, diikuti Jalur Afirmasi dengan kuota 25 persen, Jalur Prestasi Akademik sebesar 18 persen, Jalur Prestasi Non-Akademik sebesar lima persen, serta Jalur Pindah Tugas Orang Tua dan Anak Guru sebesar dua persen.

Jika ada sisa kuota dari jalur pendaftaran tahap pertama, maka akan dibuka seleksi tahap kedua melalui Jalur Prestasi Akademik. Tahap ini hanya bisa diikuti oleh calon siswa yang tidak lolos seluruh Jalur PPDB Tahap Pertama atau belum pernah mendaftar pada seluruh Jalur PPDB.

3. Perhatikan jurusan yang akan diambil

Hampir seluruh SMA di Jakarta sudah menerapkan Kurikulum 2013. Untuk itu, calon siswa mesti menentukan penjurusan sebelum mulai belajar di bangku SMA, lebih tepatnya saat pendaftaran PPDB. 

Ini menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan calon peserta didik. Mantapkan hati dengan pilihan jurusan yang hendak diambil. Usahakan jangan memilih jurusan karena mengikuti teman, takut dengan mitos yang beredar, atau hanya karena gengsi belaka.

4. Tentukan strategi pilihan SMA

Lulusan SMP biasanya sudah menargetkan SMA impian sejak lama dan bersikeras untuk masuk sekolah tersebut. Hal ini memang tak ada salahnya, namun akan lebih baik bila calon siswa menyusun strategi.

Persiapkan rencana cadangan berupa alternatif pilihan SMA lain manakala terjadi hal yang tidak sesuai ekspektasi. Dengan mempersiapkan pilihan lain secara matang, calon siswa juga bisa lebih tangkas mengambil keputusan selama proses PPDB berlangsung.

5. Maksimalkan peluang lolos di SMA tujuan

Selain menyusun rencana cadangan, ada beberapa hal lain yang bisa memaksimalkan peluang lolos di sekolah impian. Salah satunya, mengecek nilai rapor sendiri dengan rerata nilai rapor terendah sampai tertinggi di SMA tujuan.

Akumulasikan nilai rata-rata rapor kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 semester 1 SMP pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Bahasa Indoensia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Inggris.

Kemudian, bandingkan hasilnya dengan nilai rata-rata rapor terendah sampai tertinggi di SMA tujuan. Nilai tersebut bisa dilihat melalui situs resmi PPDB.

Strategi selanjutnya ialah menentukan urutan pilihan sekolah. Jika ada beberapa anak memiliki rata-rata nilai rapor yang sama, sistem akan memprioritaskan pendaftar yang menempatkan SMA tersebut di Pilihan 1.

Untuk itu, bagi yang sudah yakin dengan nilai rata-rata rapor, pasanglah SMA yang dituju pada pilihan pertama. Hal ini dapat memperbesar peluang lolos.

Demikianlah sejumlah kiat untuk memaksimalkan peluang lolos PPDB SMA Jakarta. Semoga bermanfaat! (Nurisma Rahmatika)
 
Baca juga: Simak, Ini Seleksi Jalur Zonasi PPDB DKI Jakarta 2022 SMP dan SMA



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id