UNS Tunda Perkuliahan Hybrid

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 07 Januari 2021 13:09 WIB
    UNS Tunda Perkuliahan <i>Hybrid</i>
    Rektor UNS Jamal Wiwoho. Dok Humas UNS.

    Jakarta: Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo, Jamal Wiwoho menunda rencana penerapan Hybrid Learning di semester genap 2020/2021. Keputusan ini diambil menyikapi perkembangan pandemi covid-19 di Indonesia dan langkah pemulihan aktivitas akademik di Universitas Sebelas Maret menyusul diterapkannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar di sejumlah daerah di Jawa dan Bali.

    Dalam Surat Edaran Rektor, Jamal menjelaskan, bahwa untuk perkuliahan tetap dilaksanakan secara daring. Begitu juga untuk perkuliahan praktikum juga digelar daring atau online.


    "Semaksimal mungkin dilakukan secara daring, kecuali pada program studi Pendidikan Dokter dan Kebidanan dapat dilakukan secara luring dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan mendapatkan izin dari dekan," kata Jamal, dalam Surat Edaran yang diterima Medcom.id, Kamis, 7 Januari 2021.

    Untuk ujian akhir semester ditentukan oleh masing-masing Fakultas/Pascasarjana/Sekolah Vokasi dengan mempertimbangkan kekhususan yang ada dan dilaksanakan secara daring. "Tahapan selanjutnya yakni pemasukan nilai, sanggah nilai dan yudisium dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik," terangnya.

    Sementara untuk kegiatan penelitian, baik laboratorium maupun lapangan dapat dilakukan secara tatap muka. Namun, Jamal memberi catatan, kegiatan tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mendapatkan izin dari dekan.

    Sedangkan untuk penelitian yang dilakukan di masyarakat terdapat persyaratan yang berbeda. Mahasiswa mesti mendapatkan izin dari pemerintah daerah.

    "Penelitian yang dilakukan di masyarakat berupa survei perlu mendapatkan surat izin dari Pemerintah daerah yang menjadi lokasi penelitian," terangnya.

    Sebelumnya, UNS berencana menggelar Hybrid Learning di semester genap ini, mahasiswa tidak harus selalu datang ke kampus. 

    "Kami juga membuat untuk dipertimbangkan kelas ganjil genap. Atau dibikin hari yang berbeda untuk mahasiswa masuk. Misal masuknya tiga hari, Senin, Rabu, Kamis, terus online, misal begitu," kata Jamal kepada medcom.id.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id