Puluhan Guru MAN 22 Jakbar Terpapar Covid-19, Ini Respons PGRI

    Arga sumantri - 04 Desember 2020 20:10 WIB
    Puluhan Guru MAN 22 Jakbar Terpapar Covid-19, Ini Respons PGRI
    Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom/Citra Larasati.
    Jakarta: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) angkat bicara terkait kasus guru dan staf MAN 22 Jakarta Barat yang terpapar covid-19 sepulang wisata dari Yogyakarta. PGRI merasa sedih, prihatin, dan menyampaikan empati mendalam terhadap apa yang dialami.

    "Tentu semua pihak yang dinyatakan positif tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa kondisi seperti ini akan terjadi," kata Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.

    Unifah mengatakan, semua pihak perlu mengambil pelajaran penting dari yang dialami para guru MAN 22 yang dinyatakan positif covid-19. Sikap hati-hati dan waspada perlu tetap dikedepankan dalam beraktivitas. Pun demikian dalam melaksanakan tugas, harus mengacu pada protokol kesehatan covid-19. 

    "Kesadaran bersama bahwa prioritas kesehatan dan keselamatan diri serta keluarga dari ancaman virus covid-19 menjadi hal yang sangat penting," ujarnya.

    Menurut Unifah, ada hikmah yang bisa dipetik dari kasus ini. Khususnya, tentang kewaspadaan dan tidak abai terhadap protokol kesehatan. Unifah mengatakan, PGRI banyak mendapat laporan, meski para siswa belajar di rumah, namun banyak guru yang harus wajib mengisi absensi, dan menjalankan tugasnya dari sekolah.

    Baca: 30 Guru dan Staff MAN 22 Jakbar Positif Covid Usai Wisata ke Yogyakarta

    Kemudian, kata dia, banyak pula para guru yang harus mengikuti pelatihan kedinasan di luar rumah. Tidak sedikit para guru yang terkena positif covid-19, sakit, dan meninggal dunia.

    "Karena itu di masa mendatang, hendaknya pemerintah/pemerintah daerah memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas dan terukur serta memprioritaskan keselamatan dan kesehatan bagi para guru, siswa, dan tenaga kependidikan," ujarnya.

    Unifah juga menyinggung rencana pembukaan sekolah pada Januari 2021. Meskipun PGRI mendukung hal tersebut, kata dia, pemerintah pusat dan daerah diminta membuat SOP yang jelas dan terukur dalam pelaksanaannya. 

    "Kesiapan pembukaan sekolah perlu rencana cermat dan mendengarkan gugus tugas penanganan covid-19 di daerahnya masingmasing dan masukan para ahli yang relevan," tuturnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id