Pembukaan Kampus Januari Digelar Daring dan Luring

    Ilham Pratama Putra - 02 Desember 2020 19:40 WIB
    Pembukaan Kampus Januari Digelar Daring dan Luring
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah.
    Jakarta: Pemerintah telah memberikan izin bagi perguruan tinggi melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021. Namun, bukan berarti kampus akan menerapkan kuliah tatap muka secara penuh.

    Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan, model perkuliahan bakal berlangsung hybrid, atau campuran secara daring dan luring. Sebagian mahasiswa bakal tetap mengikuti kuliah daring, dan sebagian lainnya bisa hadir di kelas.

    "Hybrid learning, untuk dosen mengajar tetap berhadapan dengan layar, tapi mahasiswa ada di dalam kelas," kata Nizam dalam webinar terkait surat edaran pembelajaran selama masa pandemi covid-19, Rabu, 2 Desember 2020.

    Metode hybrid dilakukan guna mendukung berjalannya protokol kesehatan selama kuliah tatap muka. Selama kuliah tatap muka, setiap kelas atau laboratorium hanya diperbolehkan menampung 25 sampai 50 persen mahasiswa.

    Baca: Kampus Harus Tarik Rem Kuliah Tatap Muka di Empat Kondisi Ini

    Jarak antar mahasiswa pun ditetapkan yakni 1,5 meter. Nizam menyebut hybrid akan efektif menurunkan interaksi fisik antara mahasiswa dan dosen dalam kegiatan perkuliahan.

    "Ini berbeda sekali. Saya merasakan (perbedaan) ketika melakukan pembelajaran secara hybrid dengan hanya daring. Beda sekali, karena di dalam kelas ada orangnya. Kalau full online yang kita hadapi full layar," tambahnya.

    Selain pembelajaran di kelas, aktivitas mahasiswa di kampus selebihnya hanyalah yang berkaitan dengan penelitian serta pengabdian pada masyarakat. Kemudian, kampus juga harus membuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 internal untuk mengawasi kegiatan mahasiswa sesuai standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan.

    Kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan. Nizam juga meminta setelah berkegiatan di kampus mahasiswa diharapkan langsung pulang ke rumah atau indekos masing-masing.

    "Tidak kemudian ngumpul di kantin, ngobrol, ngerumpi dan itu yang sangat berbahaya. Jadi kita mulai dengan disiplin dan hanya kegiatan kurikuler, yang lain-lain nanti dulu. Nanti setelah itu kita evaluasi semuanya, kalau bisa berjalan baik kita perluas kita perluas," ujar Nizam.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id