SIPLah, Inovasi Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikbud Tuai Prestasi

    Citra Larasati - 19 November 2020 17:23 WIB
    SIPLah, Inovasi Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikbud Tuai Prestasi
    Mendikbud, Nadiem Makarim (kanan) saat menerima Indonesia Goverment Procurement Awards 2020 , Foto: Dok. Kemendikbud
    Jakarta:  Upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mengembangkan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) diganjar penghargaan Indonesia Goverment Procurement Awards 2020 dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). 

    Penghargaan tersebut diraih dari kategori Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Daerah dengan Inovasi Pengadaan yang Mendukung Transparansi Belanja Pengadaan.  Presiden Joko Widodo mengatakan, sudah saatnya Indonesia melakukan banyak perubahan yang fundamental dalam sistem pengadaan barang dan jasa.

    Arahnya tidak hanya harus memiliki sistem yang cepat, transparan, dan akuntabel tetapi juga mampu meningkatkan value of money dengan memberikan nilai dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk rakyat dan masyarakat.

    "Saya mengimbau agar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memprioritaskan untuk membeli produk-produk dalam negeri, khususnya hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kita para pejabat yang telah diberi amanah harus berani mengambil risiko untuk kepentingan rakyat dan masyarakat sepanjang dilakukan dengan itikad baik.  Tidak ada niat untuk korupsi,” kata Jokowi dalam siaran persnya, Kamis, 19 November 2020.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim seusai menerima penghargaan mengatakan, inovasi yang dilakukan Kemendikbud agar pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan secara transparan. Penghargaan yang Kemendikbud terima, kata Nadiem, menjadi pengingat bagi kementerian agar selalu amanah dan terbuka dalam melayani masyarakat.

    “Transparansi dan integritas merupakan hal utama bagi kami. Ke depan, kami akan terus menghadirkan terobosan dalam pengadaan barang dan jasa, agar selalu memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dan agar upaya pencegahan penyelewengan dan korupsi dapat selalu kami tegakkan,” kata Nadiem.

    Kemendikbud terus menerus berupaya mewujudkan transaksi keuangan yang akuntabel dan transparan, termasuk di satuan pendidikan. Langkah strategis Kemendikbud diwujudkan dalam produk hukum berupa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa oleh Satuan Pendidikan dan Surat Edaran Mendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Satuan Pendidikan melalui Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah).

    Baca juga:  Guru Kerja 24 Jam Selama Pembelajaran Daring

    Sampai Oktober 2020, Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPlah) mencatat 536.316 transaksi yang telah dilakukan.  Nilainya mencapai Rp10,4 triliun. Di dalamnya terdapat keterlibatan 103.619 satuan pendidikan dan 11.000 penyedia barang dan jasa.

    Tak tanggung-tanggung, nilai transaksi yang diperoleh mencapai sekitar 50 persen dari total nilai pengadaan SIPlah yakni sebesar Rp20,8 triliun.  

    “SIPlah adalah terobosan Kemendikbud dalam mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang transparan dan akuntabel. Dokumentasi elektronik melalui SIPlah memungkinkan setiap transaksi jumlah, jenis, dan lainnya dikelola dengan baik guna mencegah terjadinya pelanggaran,” jelas Nadiem.

    Mendikbud melanjutkan, melalui sistem pengadaan barang dan jasa yang transparan dan akuntabel tidak hanya mencegah terjadinya pelanggaran tetapi juga membantu satuan pendidikan, penyelenggara program, dan UMKM yang senantiasa terlibat di dalamnya. “Inovasi ini turut membantu mengangkat ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi,” katanya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id