ACU Diharapkan Jadi Pelopor Keterbukaan Pendidikan Indonesia

    Intan Yunelia - 16 Oktober 2019 08:10 WIB
    ACU Diharapkan Jadi Pelopor Keterbukaan Pendidikan Indonesia
    Menristekdikti M Nasir. Mi/M Irfan.
    Jakarta: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan kerja sama dalam dunia pendidikan sangat penting di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Kemenristekdikti menawarkan rektor asing memimpin Asia Cyber University (ACU). 

    “Menurut saya universitas ini akan membuka pikiran universitas lain di Indonesia. Peraturan lama di Indonesia pemimpin universitas harus dari Indonesia saja, tidak ada orang luar negeri. Tapi mulai saat ini kami ingin ada pemimpin universitas dari luar negeri,” kata Nasir di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019. 

    Asia Cyber University merupakan kolaborasi pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Nasir berharap kerja sama serupa ini terus tercipta dengan negara lain seperti Australia, Jepang, Amerika Serikat, negara asal Eropa.

    Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini berharap ACU dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dapat dimulai dengan komitmen penuh dalam menjaring siswa berbakat.

    “Penting untuk memberikan setiap orang kesempatan yang adil, dan peluang terbaik, untuk memenuhi potensi mereka,” ujar Nasir.

    Rektor Asia Cyber University Jan Youn Cho mengapresiasi dukungan Menristekdikti terhadap kebijakan sistem pendidikan tinggi Indonesia. Cho mengatakan ACU merupakan langkah awal.

    “Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih, namun saya pikir ini hanya permulaan, langkah awal dari perjalanan panjang terutama dengan partner, Rektor Universitas Nasional dan saya. Empat tahun lalu kami pergi ke Seoul dan bekerja keras, dan kini sampai pada sebuah awalan dari langkah yang lebih jauh. Jadi apa yang kami bisa janjikan, kami akan bekerja keras tapi bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk generasi muda Indonesia,” tutur Jan Youn Cho.

    ACU siap berkontribusi bagi pendidikan Indonesia. Infrastruktur pendukung dan learning management system (LMS) yang didesain langsung spesialis asal Korea Selatan dan Indonesia juga disiapkan memenuhi kebutuhan belajar mengajar.

    Kualitas pendidikan pun dijamin memenuhi standar nasional dan berorientasi kepada standar dunia. Sistem belajar mengajar bakal lebih fleksibel dan bisa diakses kapan pun dan di mana pun.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id