Wimboh 'OJK' Profesor Dosen nonTetap Pertama di UNS

    Intan Yunelia, Citra Larasati - 16 Juli 2019 16:20 WIB
    Wimboh 'OJK' Profesor Dosen nonTetap Pertama di UNS
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. MI/Bayu Anggoro.
    Jakarta:  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengangkat Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menjadi guru besar dosen tidak tetap pertama di Universitas Sebelas Maret (UNS).   Wimboh menjadi guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, karena dinilai memiliki karya dan ciri khusus terutama di bidang ilmu manajemen risiko. 

    Pengangkatan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menristekdikti nomor 24566/M/KP/2019 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Tidak Tetap yang ditandatangani langsung oleh Mohamad Nasir.   Dikutip dari salinan surat keputusan tersebut, Wimboh dinilai telah memenuhi syarat untuk diangkat dalam jabatan profesor. 

    "Syarat yang telah dipenuhi tersebut di antaranya merujuk pada rekomendasi Ketua Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen tanggal 31 Mei 2019," ujar Nasir dalam surat tersebut.

    Baca:  UNS Paling Diminati Pendaftar SBMPTN Setelah UB

    Pengangkatan ini juga berlandaskan pada UU nomor 14 tahun 2005, Perpres nomor 13 tahun 2015, Keppres nomor 121/P tahun 2014, Permenpan-RB nomor 17 tahun 2013 jo nomor 46 tahun 2013, Permendikbud nomor 88 tahun 2014, dan Permenristekdikti nomor 15 tahun 2015.  Selain itu juga memperhatikan Surat Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 4280/UN27/KP/2019 tanggal 7 Mei 2019.

    "Menetapkan, terhitung mulai 1 Juni 2019 mengangkat, Wimboh Santoso, S.E., M.Sc., Ph D, diangkat dalam jabatan profesor dengan status sebagai dosen tidak tetap dalam bidang Ilmu Manajemen Risiko," kata Nasir.

    Rektor UNS, Jamal Wiwoho saat dihubungi mengatakan, saat ini UNS tengah mengembangkan dua jalur jenjang jabatan fungsional.  Yakni jalur jabatan fungsional dosen tetap dan dosen tidak tetap.

    "Kalau jabatan fungsional dosen tetap itu dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan profesor sebagai puncak karirnya. Tapi dalam konteks ini, ada kemungkinan profesor nontetap juga bisa, karena yang bersangkutan memiliki karya dan ciri khusus. Dibuktikan dengan jurnal dan sebagainya yang bereputasi (nasional maupun internasional).  Ini pertama kalinya di UNS," papar Jamal.  

    Wimboh, kata Jamal, dinilai memiliki keahlian dan rekam jejak yang sangat baik dalam bidang manajemen risiko.  Sehingga kampusnya berinisiatif untuk mengajukan pria kelahiran Boyolali ini untuk menjadi guru besar dosen tidak tetap pertama di UNS. 

    "Beliau punya track record buku dan karya yang diakui, bahkan jadi temuan baru di bidang manajemen risiko. Untuk itu kami mengusulkan guru besar untuk beliau, pengajuan sudah sejak satu atau dua tahun lalu," terang mantan inspektur jenderal (Irjen) Kemenristekdikti ini.

    Proses untuk menjadi guru besar tersebut terbilang cukup panjang.  Dimulai dari pengajuan guru besar ke senat UNS, kemudian senat membentuk tim pengkajian.  Setelah itu karya-karya Wimboh dinilai dan diverifikasi oleh tim profesor.

    "Setelah selesai proses di UNS, masih harus melalui penilaian di Jakarta, dalam hal ini Kemenristekdikti.  Terus masih ada proses penilaian lagi, lalu perbaikan, dinilai lagi, perbaiki lagi, sampai selesai semua, lalu pengajuan terakhir 7 Mei 2019 lalu," ungkap Jamal.

    Rencananya, pengukuhan Wimboh yang juga alumnus UNS ini sebagai guru besar akan digelar pada 26 Agustus 2019 mendatang.  "Pak Wimboh ini alumnus kami, meski begitu proses pengajuan guru besarnya tetap profesional.  Beliau adalah alumnus yang kembali ke almamaternya," tutup Jamal.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id